Dermatolog UGM Teliti Sel Punca Solusi Atasi Penuaan Kulit

YOGYAKARTA —Tingginya biaya kesehatan dalam bidang dermatologi (ilmu penyakit kulit dan kelamin) telah mendorong para peneliti untuk mencari teknologi kedokteran preventif dan regeneratif yang lebih murah, salah satunya melaui pengembangan sel punca kulit manusia.

Menurut Dosen Fakultas Kedokteran UGM Departemen Dermatologi dan Venerologi, Prof. Dr. Dr. Yohanes Widodo Wirohadjojo, Sp.KK(K)el mengatakan spunca adalah sekelompok sel dalam tubuh yang mampu memperbarui diri sendiri dan mampu berdiferensiasi menjadi berbagai macam sel. Kulit terluar tubuh manusia merupakan sumber sel punca.

“Kulit sebagai organ terluar dri tubuh manusias merupakan sumber sel punca yang paling mudah diperoleh secara klinis,” kata Prof Yohanes Widodo Wirohadjojo melalui rilis yang diterima Cendana News.

Pria kelahiran Pendopo-Palembang, Sumatera Selatan, 62 tahun silam itu menuturkan pada kulit manusia terdapat lapisan epidermis yang berasal dari lapisan ektodermal dan dermis-subkutis yang berasal dari mesodermal.

“Dari bagian tersebut kita dapat dengan mudah memanen sel puca baik sel epidermal, sel punca krista neuralis maupul mesensimal,” katanya.

Dalam penelitian berjudul ‘Aplikasi Sel Punca Kulit dalam Praktik Klinis’, Widodo menguraikan beberapa penerapan aplikasi sel punca dan produknya dalam bidang dermatologi yang kini sudah mulai dikembangkan yakni pemenfaatan sel punca untuk penyembuhan luka bakar, mengatasi kebotakan rambut, vitiligo, dan penanganan kulit keriput serta ulkus kronis.

Pemanfaatan terapi sel punca untuk kulit keriput menurutnya dilakukan dengan menerapkan sel punca adiposa autolog dalam terapi keriput wajah. Selain itu, pemenfaatan graft lemak yang dicampur sel punca adiposa autolog bahkan bisa memperbaiki keriput pada wajah.

Menurutnya, pemakaian lemak berukuran kecil yang kaya sel punca adiposa semakin sering dikerjakan di klinik dermatologi. Namun di banyak negara di Asia, imbuhnya, banyak klinik kecantikan yang mengklaim mampu melakukan pengobatan sel punca untuk anti-aging.

“Padahal umumnya pelayanan yang mereka berikan adalah pengobatan kulit keriput dengan teknologi platelet baik dengan teknologi plasma kaya platelet maupun lisat fibrin kaya platelet. Bukan teknologi sel punca,” katanya.

Meski masih terus dikembangkan, Widodo menuturkan aplikasi sel punca yang mungkin kelak banyak dilakukan di klinik kecantikan adalah aplikasi sekretom heterolog guna mencegah dan mengobati kulit menua.

“Kelemahan teknologi ini terletak pada besarnya molekul skretom yang melebihi ambang batas absorbsi perkutan. Usaha mencari metode untuk meningkatkan absorbsi untuk meningkatkan perkutan masih terus dilakukan,” ujarnya.

Lihat juga...