Warga Klodran Ubah Selokan Kumuh Jadi Kolam Ikan

SOLO — Upaya warga Klodran, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, Solo, Jawa Tengah, yang peduli terhadap lingkungan ini patut dicontoh. Melalui kerja keras dan telaten, mereka mampu merubah selokan yang semula kumuh dan penuh sampah, menjadi kolam ikan yang menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Salah satu warga Klordan, Bambang Agus menuturkan, ide memanfaatkan selokan menjadi kolam ikan ini berawal dari keinginan masyarakat setempat untuk bersih-bersih lingkungan. Selokan yang ada di permukiman warga yang kerab digunakan untuk membuang saluran sampah rumah tangga pun mulai dibersihkan.

Bambang Agus, salah satu warga Klodran yang budidaya ikan nila di selokan/Foto: Harun Alrosid

Bahkan, setelah beberapa kali dilakukan kerja bhakti warga, aliran air di selokan itupun mulai terlihat. Oleh wargapun berinisiatif untuk mencoba menaburi benih ikan. “Awalnya hanya coba-coba. Tak tahunya justru bagus untuk memelihara ikan,” katanya kepada Cendana News, Rabu (1/11/2017).

Menurut Agus, untuk merubah selokan kotor menjadi kolam ikan membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Sebab, tak sedikit sampah rumah tangga, terutama plastik yang masih terbawa air di selokan milik warga itu. Selain itu, sampah non organik lainnya yang terbawa di jalan juga masih banyak yang masuk ke kolam ikan.

“Jadi setiap hari harus dibersihkan. Kita juga berikan sosialisasi kepada warga lain agar mencintai lingkungan, dengan tidak membuang sampah sembarangan,” lanjut Agus.

Tahun ini sudah menjadi tahun ke lima bagi Agus dan sejumlah warga Klodran lainnya yang menyulap selokan kumuh menjadi ladang rezeki. Dari tahun ke tahun, panjang selokan yang diubah menjadi kolam ikan terus meningkat. “Saat ini sudah lebih dari 600 meter yang digunakan untuk memelihara ikan,” urai dia.

Lebih lanjut dia menerangkan, dari sekitar 3.500 bibit ikan nila yang ditebar, setelah diperlihara sekitar 2-3 bulan, warga mampu panen 5 kwintal. Keuntungan yang diperoleh pun sebagian disisihkan untuk kas desa, dan sebagian besar untuk menambah ekonomi keluarga.

Bahkan, setelah sukses merubah selokan menjadi kolam ikan, saat ini desa Klodran menjadi desa percontohan untuk program pemerintah desa kotaku tanpa kumuh.

“Kita terus bekerjasama dengan seluruh masyarakat agar mendukung program kotaku tanpa kumuh. Yakni dengan cara menjaga lingkungan agar tetap bersih,” tandasnya.

Adanya selokan yang diubah menjadi kolam ikan ini tidak hanya bermanfaat bagi warga sekitar karena lingkungan menjadi bersih. Saluran air yang bersih dan lancar inipun dimanfaatkan petani yang ada di sekitar menjadi saluran irigasi yang mampu menopang kebutuhan air untuk pertanian. “Dari segi pertanian juga diuntungkan karena airnya bisa digunakan untuk irigasi sawah,” tambah Jaswadi, salah satu petani.

Lihat juga...