Sukseskan Germas, Dinkes Sikka Gandeng Wartawan

MAUMERE — Menyukseskan Program Indonesia Sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten Sikka menggandeng awak media. Hal tersebut didasari insan pers memiliki peran penting dalam mensosialisasikan program tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Sikka dr.Maria Bernadina Sada Nenu,MPH menyebutkan, dengan menggandeng media diharapkan informasi yang disampaikan kepada masyarakat bisa diketahui dan ada perubahan perilaku di masyarakat sehingga bisa menekan angka penyakit, baik menular maupun tidak menular yang selama ini selalu meningkat.

“Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup,” tegasnya saat pertemuan bersama awak media yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) Rabu (1/11/2017) sore di aula dinas Kesehatan Sikka.

Pelaksanaan GERMAS ucap Maria, harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian serta dapat dilakukan dengan cara: melakukan aktifitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban.

“Pada tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, mengonsumsi buah dan sayur serta memeriksa kesehatan secara rutin,” terangnya.

Kepala Dinas kabupaten Sikka dr.Maria Bernadina Sada Nenu,MPh (kiri) bersam Plt.Direktur RSUD TC Hillers Maumere dr.Clara Y. Francis. Foto : Ebed de Rosary

Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Penyakit Menular dinas Kesehatan kabupaten Sikka Helena Kidi Labot,S.ST,M.Kes menambahkan, dalam kehidupan sehari-hari, praktik hidup sehat merupakan salah satu wujud revolusi mental dan GERMAS mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat agar mampu mengubah kebiasaan atau perilaku tidak sehat.

Tahun 2015, terang Helena, penyakit menular seperti Stroke, Jantung Koroner, Kanker dan Diabetes justru menduduki peringkat tertinggi dan ini merupakan sebuah pembelajaran berharga di era jaminan kesehatan nasional (JKN) dimana anggaran banyak terserap untuk membiayai penyakit katastropik.

“Pelayanan kesehatan peserta JKN juga didominasi pada pembiayaan kesehatan di tingkat lanjutan dibandingkan di tingkat dasar dan fakta ini perlu ditindaklanjuti karena berpotensi menjadi beban yang luar biasa terhadap keuangan negara,” sebutnya.

Lihat juga...