Wabup Sleman: Damandiri Menumbuhkan Unit-unit Usaha

YOGYAKARTA – Pencanangan Desa Mandiri Lestari di desa Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, diharapkan mampu mengentaskan keluarga miskin atau prasejahtera di desa yang terletak di kawasan Candi Prambanan tersebut. 

Tak hanya itu, program Yayasan Damandiri itu juga diharapkan mampu memberdayakan masyarakat, khususnya yang telah berusia tua atau tidak produktif. Terlebih Kabupaten Sleman merupakan daerah yang memiliki tingkat harapan hidup tertinggi secara nasional.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, mengatakan usia harapan hidup Kabupaten Sleman sangat tinggi, yakni mencapai 72-74 tahun. Hal itu berarti potensi masyarakat tidak produktif juga tinggi. Karena itu, menurutnya, perlu upaya pemberdayaan guna mendorong agar para orang tua bisa tetap produktif.

“Tingkat harapan hidup di Sleman tertinggi secara nasional. Artinya, banyak warga berada di usia tidak produktif. Sehingga memang harus diberdayakan agar mereka bisa produktif. Paling tidak bisa mandiri dan tidak tergantung orang lain,” katanya, saat menghadiri acara peresmian Desa Mandiri Lestari Tamanmartani, Minggu (5/11/2017).

Dikatakan, Yayasan Damandiri melalui program Desa Mandiri Lestari berperan dalam membantu pemerintah Kabupaten Sleman. Yakni dengan menumbuhkan unit-unit usaha, baik berupa UMKM maupun usaha di sektor pariwisata seperti homestay yang dikelola melalui koperasi.

“Kalau ini berhasil akan kita replikasi ke daerah lain. Kita sendiri sudah melakukan hal serupa melalui pemanfaatan CSR dengan desa Caturharjo sebagai role model,” katanya.

Di Kabupaten Sleman, kata Wabup, terdapat 86 desa dan 1.212 dusun. Sehingga sangat sulit bagi pemerintah jika harus bekerja sendiri tanpa adanya bantuan dari pihak luar seperti Yayasan Damandiri.

Sementara itu, salah seorang warga, Mardi Utomo (58), asal dusun Klurak Kembar, RT 1 Tamanmartani, mengaku bersyukur rumahnya terpilih menjadi penerima program bedah rumah dan direnovasi menjadi homestay oleh Yayasan Damandiri. Terlebih selama ini nenek satu ini, tidak lagi bekerja, kecuali hanya mengasuh cucunya.

“Selama ini, ya tidak bekerja. Hanya momong (mengasuh) cucu. Karena itu saya sangat bersyukur dibuatkan homestay ini. Mudah-mudahan ke depan banyak tamu yang menginap, sehingga bisa menjadi sumber pemasukan,” ujarnya.

Lihat juga...