YOGYAKARTA — Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta terus mendorong para pembudidaya ikan memakai pakan yang dibuat dengan bahan baku lokal secara mandiri.
“Para petambak atau pembudidaya ikan mungkin bisa memanfaatkan pakan ikan yang diproduksi oleh kelompok produsen pakan ikan yang menggunakan bahan baku lokal,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) DIY Suwarman Partosuwiryo di Yogyakarta, Minggu (19/11/2017).
Baca: Kadungan Jaya Kaltim Kembangkan Ikan Air Tawar
Menurut Suwarman, harga produk pakan pakan ikan mandiri jelas lebih murah mencapai 30 persen dibandingkan produk pakan ikan impor atau pabrikan. Dengan demikian, diyakini mampu menekan biaya produksi ikan budi daya di kalangan pembudidaya ikan DIY.
“Yang jelas bisa mendapatkan harga lebih murah,” kata dia.
Baca: Malinau Jadi Daerah Pengembangan Ikan Air Tawar
Harga pakan ikan, kata dia, sangat memengaruhi biaya budi daya ikan sebab hingga saat ini 70 persen dari biaya operasional pengembangan ikan budi daya hanya untuk pemenuhan pakan ikan saja.
Ia berharap penggunaan pakan ikan mandiri melalui gerakan pakan ikan mandiri (Gerpari) terus disosialisasikan di DIY mengingat perikanan budi daya mendominasi hampir 90 persen produksi perikanan di DIY.
Baca: Zona Ikan Nelayan di Balikpapan, Berkurang
Ia mengatakan, di DIY baru ada empat kelompok pengembang pakan ikan mandiri yang masing-masing telah memiliki mesin pembuatan pelet ikan.
“Bahan baku yang digunakan adalah bahan-bahan alam seperti kacang-kacangan, ganggang, serta lenma yang diubah menjadi pelet ikan apung,” kata dia.
Suwarman optimistis produksi ikan budi daya di DIY mampu mencapai target yang pada tahun ini ditetapkan mencapai 78.000 ton.
Baca: Produk Olahan Ikan di Sumbar Lebih dari 1.000 Jenis
Ia mengakui kontribusi ikan budi daya selama ini memang cukup membantu untuk pemenuhan kebutuhan ikan masyarakat DIY yang setiap tahun meningkat.
“Saat produksi ikan tangkap menurun karena gelombang laut tinggi, kami tidak resah karena masih bisa dicukupi ikan budi daya,” kata dia.[Ant]