Pesona Batu Lapis Masih Jadi Magnet Pecinta Wisata Petualangan
LAMPUNG — Batu batuan berbentuk unik yang dikenal dengan batu lapis tepatnya berada di Desa Totoharjo Kecamatan Bakauheni Kabupaten Lampung Selatan menghadap ke Selat Sunda masih menjadi salah satu pilihan pecinta petualangan.
Winarso (30) salah satu pengunjung mengungkapkan, dirinya sudah empat kali berkunjung untuk menjadi pemandu bagi beberapa rekannya asal Jakarta yang sama sekali belum pernah melihat dari dekat.
Baca: Bukit Mintorogo, Legenda Sang Begawan Ciptoning
Sebagai warga Lampung Selatan ia mengungkapkan kisah batu lapis tak bisa dilepaskan dari legenda si pahit lidah yang singga di daerah tersebut. Pada saat melintas banyak nelayan menjemur jala.
“Terlepas benar atau tidak setidaknya batu lapis dekat dengan lokasi pancuran mas yang ada di desa Hargo Pancuran dan batu lapis yang menyerupai jala atau jaring juga konon ada kaitannya dengan legenda kesaktian si pahit lidah yang pernah mampir ke wilayah ini,” terang Winarso saat ditemui Cendana News, Minggu (19/11/2017).
Meski ada legenda, Winarso juga menyebut batu lapis merupakan bentukan alam dari erosi gelombang air laut yang menghantam kawasan tersebut. Selain itu seperti umumnya pantai blebug, batu menyan, labuhan bajau, menyisakan jejak lelehan lava dingin yang mengendap akibat letusan gunung Krakatau.
Bentuk batu yang unik tersebutlah yang diakui Winarso menjadi magnet bagi wisatawan pecinta spot hits kekinian, objek foto bagi pecinta fotografi serta menjadi titik akhir pecinta olahraga petualangan seperti motor trail adventure, sepeda gunung dan hiking.
Baca: Menikmati Bentang Alam Pantai Alami Lampung
Berjarak 7 kilometer dari Bakauheni dan 30 kilometer dari Kalianda dengan jalan berliku, pesona perbukitan dan Gunung Rajabasa menjadi daya tarik tersendiri. Ditambah dengan adanya perkebunan warga semakin memanjakan mata.
Jalur laut bisa ditempuh melalui desa Kunjir dengan sewa perahu sebesar Rp30 ribu pulang pergi. Saat cuaca cerah, wisatawan dapat menggunakan kendaraan roda dua. Sebab dalam kondisi cuaca hujan akses jalan tanah merah dan berbatu kerap mempersulit akses pengendara.
“Bagi pecinta wisata petualangan motor trail, treknya sangat menantang dan setibanya di batu lapis pemandangan menakjubkan bisa menjadi pelepas lelah,” ungkap Winarso.
Baca: Hangatnya Pemandian Panas Alami di Guci
Lokasi parkir yang disediakan khusus di bagian atas batu lapis memudahkan pengendara menitipkan kendaraan bermotor dengan biaya parkir sekitar Rp5 ribu perkendaraan bermotor dan sebuah warung untuk melayani pengunjung akan kebutuhan makan dan minum.
Winarso menganjurkan mendatangi lokasi tersebut pada saat kondisi cuaca baik dengan kondisi angin yang tenang dan ombak yang bersahabat. Kondisi ombak atau gelombang yang besar juga dianjurkan bagi pengunjung tidak terlalu dekat dengan tebing dengan ketinggian mencapai 3 hingga 5 meter dengan resiko terjatuh atau terhempas ombak.
“Bagi pecinta wisata alam petualangan lokasinya memang sangat ciamik dan saya tak pernah bosan datang ke lokasi ini berkali kali dan justru menjadi pemandu kawan kawan yang belum pernah datang ke sini,” terang Winarso.

Baca: Pantai Elak-elak di Lobar, Berpasir Putih dan Gelombang Tenang
Spot memancing dari atas batu karang atau tebing tersebut persis seperti yang dilakukannya di beberapa tempat di antaranya batu alif yang ada di desa Kelawi Bakauheni. Lokasi memancing yang bisa dipergunakan untuk memancing dan camping tersebut sekaligus menjadi tujuan wisata menantang dan penghobi petualangan. Jenis ikan kakap batu, barakuda serta kerapu kerap diperoleh dengan tekhnik memancing dari atas tebing karang salah satunya di batu lapis tersebut.