Sekolah Komando TNI AU Bekali Pencegahan Terorisme
JAKARTA – Komandan Sekolah Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara (Sekkau), Kolonel (Pnb) Jorry S Koloay mengatakan, pihaknya selalu membekali perwira siswa dengan materi tentang pencegahan terorisme dengan menghadirkan narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Polri dan TNI.
“Di Sekkau sudah ada kurikulum mengenai ‘counter terorrism’. Jadi para perwira siswa atau pasis bisa belajar mengenai aksi-aksi terorisme dan pencegahannya,” kata Dansekkau di sela kegiatan seminar nasional dengan tema Counter Terorism dan Border Awarness dalam Memperkuat Sistem Keamanan Nasional di Graha Dirgantara Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Kamis.
Seminar nasional yang digelar oleh Pasis Sekkau Angkatan 102 tahun 2017 itu merupakan pertama kali yang diselenggarakan oleh Sekkau karena angkatan-angkatan Sekkau sebelumnya hanya melaksanakan seminar lokal.
Jorry mengatakan latar belakang diangkatnya tema seminar Counter Terorrism dan Border Awamess dalam Memperkuat Sistem Keamanan Nasional adalah untuk mengantisipasi masuknya kelompok teroris ISIS Filipina ke Indonesia, terkait dengan serangan militer Filipina ke basis ISIS di Marawi.
“Kami angkat ini dalam kuliah kerja untuk merespons kejadian di Filipina karena penguatan sistem keamanan kita masih bersifat parsial dan sektoral. Oleh karenanya, kami mendorong melalui tema yang diangkat ini bagaimana seluruh komponen bangsa dengan potensi yang dimilikinya bisa diberdayakan dan efektif untuk memperkuat sistem keamanan nasional. Sehingga tidak ada lagi sektoral, bagaimana sinergi secara harmoni kementerian/lembaga dan pemangku kepentingan yang lain,” katanya.
TNI bahkan telah melakukan patroli udara dan laut di sepanjang Maluku Utara sampai dengan Halmahera Utara kemudian Morotai, Sangir, kemudian Marore dan terus sampai ke Laut Sulawesi.
“TNI AU melakukan operasi patroli udara dengan menggunakan pesawat patroli maritim yang ada di Sakdron 5 Koopsau II dan akan dilibatkannya operasi pesawat tanpa awak dalam mengawasi wilayah teritorial RI di perbatasan yang akan diberangkatkan dari Miangas. Operasi itu masih berjalan,” kata Dansekkau.
Saat ini, tambah dia, TNI juga melakukan patroli terkoordinasi dengan negara lain, Malaysia dan Filipina untuk mengantisipasi masuknya ISIS dari Marawi masuk ke Indonesia.
Sementara itu, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam amanatnya yang dibacakan Irjenau Marsekal Muda TNI Umar Sugeng Hariyono mengatakan seminar yang diselenggarakan itu cukup strategis karena materi yang akan didiskusikan terkait permasalahan terorisme yang sampai saat ini masih menjadi ancaman bagi berbagai negara di dunia termasuk Indonesia.
“Oleh karena itu melalui seminar seperti yang diselenggarakan oleh Pasis Sekkau Angkatan 102 ini, merupakan upaya merespon tantangan dan ancaman guna memutus mata rantai aksi radikalisme dan terorisme di Indonesia,” kata Kasau.
Melalui forum diskusi dengan menghadirkan para nara sumber yang ahli dalam bidangnya, diharapkan dapat mengembangkan suatu strategi dan kebijakan penanganan dan penanggulangan terhadap terorisme, sehingga benar-benar dapat diaplikasikan sampai pada tingkat bawah dan adanya keterpaduan peran di setiap kementrian, instansi TNI, Polri serta instansi Sipil yang terkait baik ditingkat pusat maupun daerah.
“Diharapkan hasil seminar ini nantinya dapat memberikan kontribusi positif dalam merumuskan Sistem Keamanan Nasional ke depan yang lebih baik,” tuturnya.
Selanjutnya bagi lembaga pendidikan Sekkau, tambah Kasau, kegiatan seminar itu agar menjadi proses pembelajaran bagi para Pasis Sekkau, sehingga para Pasis dapat mengerti dan memahami penyelenggaraan suatu seminar yang nantinya dapat menjadi bekal dalam penugasan untuk menyelenggarakan seminar yang lebih besar lagi. (Ant)