Sejumlah Desa di Wonogiri Masih Terisolir
SOLO — Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Wonogiri, Solo, Jawa Tengah, hingga saat ini belum tuntas. Bahkan, Kecamatan Karang Tengah sejauh ini masih terisolir akibat jalur terputus genangan air.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Darah (BPBD) Wonogiri, Bambang Haryanto, mengatakan, setidaknya masih ada sejumlah desa yang terisolir akibat banjir. Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi sejak 28 November 2017 kemarin membuat 17 kecamatan di Wonogiri terdampak luapan air.

“Hingga saat ini, ada beberapa desa di Kecamatan Karang Tengah yang terisolir. Selain fokus dalam penanganan korban banjir dan longsor, kami masih melakukan evakuasi warga yang terisolir,” katanya, kepada awak media, Kamis (30/11/2017).
Dijelaskan dia, dari 17 kecamatan yang terendam banjir, mengakibatkan 1.800 jiwa harus mengungsi. Hal ini karena ketinggian air tidak memungkinkan warga untuk tetap tinggal. “Ketinggian air hingga ada yang mencapai 2,5 meter. Rumah warga nyaris tak kelihatan,” ungkap dia.
Sementara untuk Kecamatan Karang Tengah, setidaknya ada 4 desa yang masih terisolir. Di antaranya, Desa Karang Tengah, Ngomborsari, Porwoharjo dan Temboro. Sementara di Kecamatan Tiirtomoyo yang juga terisolir ada 3 desa, Hargorejo, Dlepih dan Sidorejo.
“Di Desa Dlepih, longsor dan banjir mengakibatkan 3 korban jiwa. Bencana ini juga merusak sejumlah fasilitas umum seperti ambruknya tiang listrik dan putusnya jembatan penghubung antar desa,” tambah Bambang.
Ditambahkan lagi, di Desa Dlepih setidaknya ada 500 warga yang mengungsi. Mereka ditampung dalam 3 tempat, yaitu balai desa, masjid dan SD Negeri Dlepih yang lokasinya tidak berjauhan dengan tempat lokasi utama pengungsian.
Hingga dua hari pascabanjir dan longsor, warga mengandalkan kebutuhan makan sehari-hari dari dapur umum pengungsian. “Hingga hari ini evakuasi warga yang terisolir masih dilakukan petugas SAR dan BPBD. Bagi yang di pengungsian juga masih bertahan, karena rumah masih tergenang banjir,“ tambah Sutarno, Kepala Desa Dlepih.