Operasional Kapal di Lintasan Selat Sunda, Dihentikan
LAMPUNG — Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas V Bakauheni dan PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) cabang Bakauheni, melakukan penghentian operasional kapal-kapal di lintasan Selat Sunda dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak.
Kepala KSOP Kelas V Bakauheni, Suyatno, mengatakan, penghentian operasional semua kapal dilakukan atas keputusan bersama antara KSOP, ASDP dan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) wilayah V Bengkulu-Lampung.
Ia menyebut, dari operasional normal dermaga yang dioperasikan, di antaranya Dermaga I, III, V, dan VII, dengan jumlah kapal yang beroperasi setiap hari berkisar antara 27 kapal dengan jumlah trip 105, namun terhitung pukul 18:00 WIB pelayaran kapal-kapal dari Merak ke Bakauheni dan sebaliknya dihentikan, dan sementara diminta anchor di sekitar perairan Bakauheni dan Merak.

KSOP juga telah berkoordinasi dengan Merak yang juga telah melakukan penutupan operasional kapal-kapal yang akan berlayar, memperhatikan kondisi cuaca ekstrem yang terjadi sejak sore hingga malam. Bahkan, diprediksi baru akan kembali normal menjelang subuh.
Saat kondisi normal, pelayaran akan kembali dioperasikan, mengingat saat ini sebagian penumpang pejalan kaki, kendaraan pribadi sebagian sudah tiba di pelabuhan Bakauheni.
Pantauan Cendana News, ratusan penumpang pejalan kaki dan ribuan kendaraan yang berasal dari pulau Sumatera dan telah tiba di Pelabuhan Bakauheni mendapat imbauan dari Ship Traffic Control (STC) Bakauheni untuk menunda perjalanan dari pelabuhan Bakauheni Lampung menuju Merak, Provinsi Banten.
Manager Operasional PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Anton Murdianto, menyebut jika para penumpang yang sudah membeli tiket baik penumpang pejalan kaki, pengguna kendaraan pribadi juga diberikan tempat parkir yang luas di area pelabuhan Bakauheni yang saat ini belum bisa melanjutkan perjalanan menggunakan kapal laut.
Selain areal parkir yang luas, loby tiket yang luas juga memberikan keleluasaan kepada penumpang untuk mengembalikan tiket yang sudah dibeli atau menunggu perjalanan hingga waktu yang belum ditentukan.
“Sudah kita koordinasikan dengan KSOP Bakauheni, BPTD wilayah VI Bengkulu-Lampung dengan keputusan menghentikan operasional pelayaran di Pelabuhan Merak dan Bakauheni hingga kondisi cuaca membaik,“ ungkap Anton Murdianto.
Ia menyebut, siklus lima tahunan kondisi cuaca yang sangat buruk untuk pelayaran tersebut diakuinya sudah diantisipasi oleh PT. ASDP dengan melakukan penghentian operasi kapal kapal roll on roll off saat angin kencang dan gelombang tinggi, bahkan dengan kondisi perairan Selat Sunda yang ikut terdampak badai ‘Dahlia’.
Berdasarkan kondisi tersebut, pihaknya bahkan mengimbau kepada seluruh pengguna jasa pelayaran untuk sementara waktu tidak melaksanakan perjalanan, meski akan melakukan liburan.
Sebagian penumpang pejalan kaki yang sudah membeli tiket, terlihat menunggu kondisi cuaca membaik. Penumpukan penumpang pejalan kaki diakui karena faktor libur yang cukup panjang yang akan dimulai Jumat (1/12) yang merupakan libur hari besar keagamaan Maulid Nabi Muhammad, sehingga sebagian memilih akan melanjutkan perjalanan. Sementara, sebagian memilih refund tiket yang sudah dibeli, karena sebagian penumpang memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan.
Kepala Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) DPC Bakauheni, Warsa, saat dikonfirmasi menyebut dengan dihentikannya operasional kapal-kapal roro, ia memastikan kerugian akan dialami. Bahkan, beberapa kapal yang sudah bongkar muat langsung dilabuhkan di wilayah perairan Bakauheni
Meski demikian, ia menyebut faktor keselamatan menjadi prioritas bagi pelayaran, sehingga seluruh kapal harus mematuhi aturan yang telah disepakati oleh berbagai instansi berkaitan dengan pelayaran.
“Faktor keselamatan pastinya menjadi prioritas, karena selama beberapa hari terakhir kondisi cuaca sedang tidak bersahabat, namun kebijakan pengembalian tiket tanpa ada potongan tentunya bisa dipergunakan oleh pengguna jasa,” beber Warsa.
Apalagi, katanya, dalam kondisi pelayaran saat cuaca buruk sebuah kendaraan trailer mengalami insiden terbalik di dalam kapal Titian Murni milik PT. JN, sementara Kapal Adinda Windu Karsa menghantam side ramp Dermaga III Pelabuhan Merak, sehingga operasional pelayaran harus dihentikan untuk faktor keselamatan penumpang dan hal hal yang diinginkan terhadap kapal dan fasilitas dermaga.