Nilai Investasi di Kulonprogo Dinilai Kecil

KULONPROGO – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong pemerintah setempat meningkatkan target nilai investasi, seiring dimulainya pembangunan mega proyek Bandara New Yogyakarta International Airport.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kulon Progo, Suharto, mengatakan nilai investasi yang masuk pada 2017 sebesar Rp1,187 triliun pada akhir RPJMD ditargetkan Rp1,515 triliun. “Target itu terlalu rendah bila dilihat dari multiplayer efek dari pembangunan bandara dan mega proyek, tentu akan sangat besar dan pasti berpengaruh terhadap laju investasi,” kata Suharto, Minggu (5/11/2017).

Menurut dia, pemkab harus bekerja keras meyakinkan calon investor supaya mau berinvestasi di Kulon Progo. Sejauh ini, upaya yang dilakukan pemkab belum optimal, dan investasi yang masuk juga tidak terlalu besar.

“Pemkab harus kerja keras mewujudkan iklim investasi di Kulon Progo. Pemkab juga harus mengevaluasi kenapa investor masih menunggu perkembangan pembangunan di wilayah ini,” katanya.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulon Progo, Agung Kurniawan, mengatakan data realisasi investasi di Kulon Progo pada 2017 sampai Setember sebesar Rp1,154 triliun dari terget Rp1,114 triliun. “Artinya, pada satu semester pertama, Kulon Progo sudah memenuhi target investasi yang ditetapkan,” kata Agung.

Ia mengatakan, target investasi akan dinaikkan berkisar 10 sampai 20 persen per tahun, berdasarkan kondisi di lapangan dan iklim investasi di DIY, khususnya di Kulon Progo. Target nilai investasi pada 2018 sebesar Rp1,17 triliun, 2019 sebesar Rp1,228 triliun, 2020 sebesar Rp1,289 triliun, dan 2021 sebesar Rp1,354 triliun.

“Tentu dengan melihat peta pembangunan mega proyek di Kulon Progo, target itu sangat kecil. Namun, kami berupaya mencapai target investasi melebihi yang sudah ditetapkan,” katanya. (Ant)

Lihat juga...