LKKS Sebut Posdaya Mampu Mengentaskan Kemiskinan
PADANG — Ketua Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) Provinsi Sumatera Barat, Nevi Irwan Prayitno menyebutkan, Posdaya memiliki peran penting dalam mengentaskan kemiskinan. Hal ini terlihat dengan kehadirannya di tingkat jorong dan nagari, yang langsung berhubungan dan membantu masyarakat.
Baca Juga: Kehidupan Keluarga Miskin di Desa Trirenggo Berubah Drastis
Nevi mengatakan, selama ini program LKKS sering bersinergi dengan Posdaya. Bahkan, dalam mengoptimalkan program untuk mengentaskan kemiskinan itu, LKKS juga mempunyai beberapa program bersama dengan Baznas.
“Baznas membantu melalui dana. Sementara, Posdaya memberdayakan keluarga, sehingga dapat berfungsi sebagai wadah yang sangat handal dalam mencegah dan memecahkan masalah sosial,” katanya, Rabu (1/11/2017).
Menurutnya, masalah sosial yang perlu dicegah itu, seperti penyalahgunaan narkotika, kriminalitas, ekspolitasi, ‘traficking’ dan lain sebagainya. Akan tetapi, untuk mengoptimalkan pencegahan itu, tidak semua keluarga dapat melaksanakan perannya.
“Untuk itu, dalam hal ini Posdaya dinilai mampu mengatasi berbagai permasalahan tersebut,” terangnya.
Baca Juga: Subiakto Tjakrawerdaya: Desa Mandiri Lestari Merupakan Desa Pancasila
Dikatakan, melalui sejumlah kegiatan yang dilakukan Posdaya, menjadi titik penting membangun masyarakat ke arah yang lebih baik.
“Keberadaan lembaga sosial di lingkungan masyarakat dibutuhkan dalam memberikan konsultasi, pendampingan dan pelayanan sesuai dengan kebutuhan keluarga, seperti Posdaya,” ucapnya.
Nevi mengatakan, Posdaya perlu ditingkatkan peranannya, maka dari itu LKKS Provinsi Sumbar dan LKS kabupaten/kota memiliki tugas untuk membina dan mengkoordinasikan organisasi/lembaga sosial dalam menumbuhkan kembangkannya.
“Hingga sekarang telah terbentuk hampir 1.000 Posdaya di Sumbar dalam meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya,” ujarnya.
Ia menyebutkan, pada tahun ini LKKS Provinsi Sumbar bersama LKS kabupaten di Kabupaten Pesisir Selatan, melakukan pelaksanaan bimbingan penguatan peran LKS Posdaya dalam penanggulangan kemiskinan dan keberlanjutan pembangunan atau Sustainable Depelopment Goals (SDGs).
Menyikapi respon positif dari LKKS itu, Supervisi Area V PMU Tabur Puja Wilayah Sumatera Barat, Edi Suandi menyebutkan, Posdaya bergerak di berbagai bidang, melalui peminjaman modal usaha dan menjadi ujung tombak di tingkat masyarakat, untuk mengentaskan kemiskinan.
“Di Posdaya sendiri, bisa memberdayakan masyarakat yang merupakan kategori pra sejahtera, melalui pinjaman modal usaha skim Tabur Puja. Jadi, memang target kita mengentaskan kemiskinan,” tegasnya.
Baca Juga: Peduli Keluarga Miskin, LKKS Bangun 1.000 Jamban Sehat
Ia menjelaskan, alasan Tabur Puja disebut sebagai sebuah pergerakan sosial, karena persyaratan dan proses peminjaman tak sesulit di perbankan. Hal inilah, yang membuat sejumlah keluarga merasakan cukup terbantu pinjaman modal usaha.
Hal ini mendorong pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) terus tumbuh dan berkembang.
Edi menyebutkan, sebagai bukti nyata bahwa Tabur Puja telah ikut memunculkan dan mengembangkan UMKM di Sumbar, berdasarkan data April 2017, saat ini telah ada sekira seribu lebih usaha baru yang dimunculkan di Sumbar.