Kepemilikan Kartu Tani Paling Lambat Akhir 2017

YOGYAKARTA – Dinas Pertanian (Distan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta seluruh petani memastikan memiliki kartu tani. Diharapkan paling lambat hingga Desember 2017 para petani sudah memiliki kartu untuk mengakses bantuan pertanian dari pemerintah tersebut.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian (Distan) DIY Djarot Margiantoro mengatakan, kartu tani efektif mulai bisa digunakan di Januari 2018 mendatang. “Kami minta hingga Desember ini seluruh petani sudah punya kartu tani karena pada Januari 2018 sudah efektif digunakan,” ungkapnya, Jumat (24/11/2017).

Menurut Djarot, petani yang belum memiliki kartu tani bisa bergabung dengan kelompok tani. Setelah bergabung dalam kelompok tani para penyuluh pertanian lapangan akan melakukan pendataan dengan meminta identitas diri berupa fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK).

Penyuluh juga akan memastikan petani yang bersangkutan masuk dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). “Makanya kami minta seluruh petani agar bergabung dalam kelompok tani agar bisa mendapatkan kartu tani karena dasarnya nanti RDKK,” jelasnya.

Selain sebagai sarana penyaluran pupuk bersubsidi, kartu tani akan menjadi saran petani mengakses bantuan lainnya seperti subsidi benih, penebusan sarana produksi pertanian, serta saran untuk memperoleh bantuan pemerintah berupa uang.

Meski demikian, pada awal penggunaan di 2018 mendatang kartu tani baru bisa difungsikan untuk menebus pupuk bersubsidi. “Memang yang pertama nanti untuk pupuk bersubsidi karena penyediaan dan distribusinya dipandang paling teratur,” kata dia.

Petani yang mendapatkan kartu tani akan sekaligus dibekali buku rekening. Agar bisa digunakan bertransaksi, lanjut dia, petani harus mengisi buku tabungannya itu terlebih dahulu, sehingga nantinya bisa digunakan untuk membeli pupuk di kios penyalur yang ditunjuk sesuai alokasi yang diterima oleh masing-masing petani.

“Karena ini subdidinya bukan subsidi barang, tapi subsidi harga sehingga petani harus menebus dengan tabungannya,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...