Kaum Wirausaha Harus Siap Hadapi Perubahan
MAUMERE – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dan kaum wirausaha lainnya harus bisa menghadapi perubahan yang begitu cepat termasuk di dunia usaha. Cara konvensional sudah ditinggalkan dan beralih kepada pemanfaatan teknologi.
Demikian disampaikan Ketua Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi NTT, Fahmi Abdulah, saat acara Rakercab dan Diklatcab I Badan Pengurus Cabang Hipmi se-daratan Flores, Lembata dan Kabupaten Kupang di Maumere, Senin (6/11/2017).
Dikatakan Fahmi, saat ini ekonomi sedang berubah. Dulu perdagangan masih menggunakan cara konvensional kini sudah menggunakan cara online sehingga membuat banyak usaha konvensional seperti toko mengalami penurunan omzet.
“Mau tidak mau kita selaku wirausaha muda pun harus mengikuti perubahan. Sebab segala bidang berubah dan kita tidak mampu membendung. Sebab yang abadi itu perubahan,” ungkapnya.
Pulau Flores, kata Fahmi, memiliki potensi pariwisata sehingga peluang ini harus dimanfaatkan pengusaha yang ada di Hipmi dengan mulai ikut terjun menggarap potensi usaha di bidang pariwisata yang masih belum banyak digarap di NTT khususnya Flores.
“Meningkatnya wisatawan tentu akan berdampak kepada meningkatnya daya beli dan konsumsi sehingga ini juga menjadi sebuah peluang yang bisa digarap lewat penjualan produk lainnya,” terangnya.
Kegiatan Diklat dan Rakercab bagi Hipmi, sebut Fahmi, merupakan agenda wajib yang harus dilakukan sebagai ajang konsolidasi organisasi dan juga dilaksanakan sebelum adanya Musda Hipmi NTT guna memilih pengurus baru di bulan Desember 2017 nanti.
“Kegiatan ini juga sebagai ajang sharing informasi, berbagai pengalaman dan juga dalam rangka meningkatkan sumber daya anggota Hipmi itu sendiri dalam mengembangkan usahanya,” tuturnya.
Sementara itu wakil bupati Sikka Drs. Paolus Nong Susar dalam kesempatan membuka kegiatan ini meminta agar Hiipmi bisa memperkuat organisasi dan meningkatkan sumber daya anggotanya agar bisa menghadapi pasar bebas Asia yang sudah di depan mata.
Nong Susar mengatakan, siapa yang lebih cepat menangkap peluang usaha maka dia akan berada di barisan depan dan bisa mengontrol ekonomi. Sebab laju pertumbuhan dunia usaha ke depan akan penuh tantangan dan persaingan yang tentunya berat.
“Kami dari pemerintah dan forum komunikasi pimpinan daerah tentunya akan mendukung anak-anak muda sebagai agen perubahan dalam dunia usaha. Kami berharap kegiatan yang dilaksanakan bisa menghasilkan rekomendasi bagi pemerintah untuk ditindaklanjuti,” pesannya.
