Kaltim Targetkan Produksi Kedelai Tiga Ton Per Hektare

BALIKPAPAN – Guna mendukung peningkatan produksi kedelai nasional dan daerah khususnya Provinsi Kalimantan Timur, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP Badan Litbang Pertanian) Kaltim, Badan Litbang Pertanian menggelar Bimbingan Teknis Pembenihan Kedelai kepada sejumlah petani. Petani yang hadir dalam bimtek ini dari Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, Tanah Grogot dan Kutai Kartanegara.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP Badan Litbang Pertanian) Kaltim, Muhammad Amin menjelaskan bimtek ini salah satu upaya pemerintah dalam peningkatan produksi kedelai di daerah. Mengingat potensi produksi pangan untuk kedelai masih sangat besar.

“Untuk Kaltim potensinya cukup besar. Hanya perlu kita dorong dari sisi inovasi teknologi pembibitan kedelai sehingga potensinya dapat lebih luas,” ungkapnya di sela Bimtek Pemenuhan Kedelai Mendukung Peningkatan Produksi Kedelai, di Balikpapan.

Dikatakannya, saat ini produksi kedelai rata-rata saat ini masih di bawah satu ton per hektare. Sehingga perlu didorong dalam inovasi teknologi dalam pembibitan kedelai dan memperluas area tanam dengan memanfaatkan lahan eks tambang.

Melalui bimtek dan pemanfaatan lahan yang ada, pihaknya menargetkan produksi kedelai di tahun 2018 bisa mencapai 3 ton per hektare. “Saat ini rata-rata untuk produksi baru di bawah satu ton per hektare. Targetnya 3 ton per hektare itu kalau didorong inovasi teknologi dan penambahan luas tanam dengan pemanfaatan lahan eks tambang,” paparnya, Senin (6/11/2017).

Amin menambahkan upaya yang dilakukan dalam peningkatan produktivitas ini untuk mencapai swasembada pangan secara nasional dan pemenuhan kedelai untuk daerah sendiri. Apalagi kini Kaltim juga masih dipasok dari luar daerah untuk kebutuhan kedelai.

Adapun materi dari bimtek peningkatan produksi kedelai itu adalah sertifikasi bibit, metode penanaman dan pengembangan bibit. Dalam kegiatan itu, juga hadir komisi IV DPR-RI Kasriyah yang memberikan bantuan bibit kedelai.

Ia mengharapkan melalui bimtek pemahaman dan pengetahuan sumber daya manusia (SDM) petani dapat bertambah guna meningkatkan produksi kedelai, dan Kaltim mampu memenuhi kebutuhan kedelai.

Terpisah, salah seorang petani di Balikpapan, Arifudin (50) mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah untuk menambah pengetahuan petani.

“Dulu pernah tanam kedelai, tapi sempat gagal. Dengan bimtek ini saya mau coba tanam lagi pembibitan kedelainya seperti apa,” imbuh bapak yang bertani di wilayah Teritip Kota Balikpapan.

Disebutkannya, gagalnya tanam kedelai itu karena biaya produksi dengan hasil yang diperoleh sangat jauh. “Iya biaya produksinya besar daripada hasil yang diperoleh. Tahun ini mau coba lagi, nggak luas hanya 1 hektare,” tambahnya.

Kegiatan Bimbingan Teknis Pemenuhan Kedelai di Balikpapan. Foto: Ferry Cahyanti
Lihat juga...