Kepala Disporapar Mimika, Mohammad Toha di Timika, Rabu mengatakan pembatalan tersebut dikarenakan anggaran yang disediakan untuk pembangunan MCK tidak mencukupi.
“Anggaran sebesar Rp600 juta itu tidak mencukupi untuk melanjutkan program ini. Makanya kita tidak bisa jalankan program ini dan itu tidak jadi kami usulkan,” ujar dia.
Sebelumnya Disporapar Mimika mengagendakan pembangunan sebanyak tujuh MCK di tujuh kampung di wilayah pesisir yang menjadi destinasi wisata di wilayah itu.
Anggaran yang digunakan untuk rencana pembangunan tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak Rp600 juta. Namun anggaran tersebut menurut Toha tidak cukup.
Karena keterbatasan dana sehingga hanya bisa dibangun pada dua titik saja namun juga tidak dapat dilaksanakan dengan alasan kekurangan dana.
Pembangunan MCK sebenarnya merupakan upaya Disporapar dalam meningkatkan sektor pariwisata lintas SKPD yang melibatkan beberapa SKPD lain seperti Pekerjaan Umum yang akan menyediakan akses jalan darat ke tempat-tempat wisata, Dishubkominfo yang akan menyediakan sarana transportasi laut, pelabuhan maupun lapangan terbang.
Khusus untuk tempat wisata di kampung Ipaya distrik Amar, Pemkab Mimika telah merencanakan sebagai salah satu obyek wisata pantai yang menyajikan berbagai suguhan seperti budaya lokal, spot pemancingan dan beberapa hal lain yang dapat dinikmati oleh para wisatawan.