Jelang Tahun Baru, ASDP Bakauheni Perbaiki Dermaga

LAMPUNG – PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry melakukan berbagai persiapan menghadapi arus angkutan penyeberangan hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2017/ 2018 di lintasan Selat Sunda penghubung Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.

General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Anton Murdianto, saat dikonfirmasi Cendana News menyebut berbagai langkah penyediaan sarana dan prasarana telah dilakukan baik fasilitas di darat berupa dermaga,akses area parkir dan jalur satu arah di dalam pelabuhan serta kapal roll on roll off (Roro).

Pada bulan November awal Anton Murdianto menyebutkan perbaikan telah dilakukan terhadap kerusakan sejumlah fasilitas dermaga berupa Mooring Dolphind (Dolphin penambat) yang sempat mengalami kerusakan pada dermaga V Pelabuhan Bakauheni. Kerusakan yang terjadi pada mooring dolphind nomor lima diakui Anton Murdianto tengah dikonsultasikan dengan bagian tekhnik PT.ASDP cabang Bakauheni untuk proses perbaikan sehingga untuk sementara waktu dermaga V belum dioperasikan mempertimbangkan faktor keselamatan kapal.

Kepala DPC Gapasdap cabang Bakauheni, Warsa [Foto:Henk Widi]
“Kita sudah lakukan pemeriksaan sekaligus langkah perbaikan agar saat arus libur Natal 2017 dan tahun baru 2018 pelayanan jasa penyeberangan bisa memberi kenyamanan kepada pengguna jasa khususnya dengan penyiapan semua dermaga bisa dioperasikan,” terang General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Anton Murdianto, saat dikonfirmasi Cendana News di kantor PT. ASDP Cabang Bakauheni, Rabu petang (8/11/2017).

Selain dermaga V yang tengah menjalani upaya perbaikan fasilitas dolphind penambat kapal saat ini, PT. ASDP Bakauheni juga tengah melakukan perbaikan pada dermaga II dengan proses penggantian jembatan gerak menuju ke kapal atau dikenal dengan Movable Bridge (MB). Anton menyebut perbaikan dilakukan karena faktor usia MB yang terbilang sudah tua sekaligus melakukan penggantian pada jembatan sistem hidrolik yang semula memiliki kekuatan menahan beban kendaraan hingga 25 ton akan ditingkatkan (up grade) menjadi 60 ton.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Ari Ardiansah selaku Manager Teknik PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni yang menegaskan perbaikan harus dilakukan untuk memperlancar angkutan kendaraan terutama kendaraan bertonase berat.

Anton Murdianto juga menegaskan selain perbaikan fasilitas pada dermaga II dan dermaga V yang terus dikerjakan beberapa fasilitas di darat berupa jalur lalu lintas di dalam area pelabuhan tengah dilakukan perbaikan khususnya pada tikungan dermaga III untuk memperlancar arus kendaraan yang akan menuju ke dermaga dan keluar menuju ke Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) serta dermaga III, IV, V dan VI. Ia berharap sebelum arus libur hari Raya Natal dan Tahun Baru 2017/2018 semua fasilitas tersebut bisa dipergunakan dengan normal dengan terjadinya peningkatan pergerakan atau arus kendaraan dan orang.

Selain fasilitas dermaga, penyiapan loket penjualan tiket kendaraan roda dua dan roda empat di toll gate serta loket penjualan tiket penumpang pejalan kaki juga disiapkan. Loket penjualan tiket kendaraan diakuinya disediakan sebanyak 9 loket dan akan ditambah sesuai kebutuhan hingga 14 loket portabel sementara loket penjualan tiket pejalan kaki disediakan sebanyak 5 loket dan maksimal bisa dioperasikan 10 loket dalam kondisi ramai.

Kesiapan jelang aktivitas tahunan Nataru 2017/2018 tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (DPC Gapasdap) Bakauheni, Warsa. Warsa menyebut, selain persiapan dilakukan oleh PT. ASDP, pihak Gapasdap selaku operator atau penyedia kapal dari beberapa perusahaan pelayaran juga telah mempersiapkan kapal.

Warsa menyebut, total sebanyak 56 kapal siap dioperasikan saat Nataru 2017/2018 dengan kapal dioperasikan sebanyak 27-28 kapal roro per hari dan bisa meningkat saat arus liburan berlangsung. Persiapan kapal juga dilakukan dengan uji petik atau uji kelaikan yang akan dilakukan oleh pihak Kesyahbandaran dan Kantor Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Merak.

Situasi Pelabuhan Bakauheni dipotret dari kapal lain di Selat Sunda [Foto: Henk Widi]
“Pekan ini semua stake holder terkait akan melakukan rapat persiapan arus liburan Natal dan Tahun baru sehingga bisa saling bersinergi melayani masyarakat apalagi ini agenda rutin tahunan,” terang Warsa.

Warsa yang sudah mendapatkan situasi terkini kondisi pelabuhan Merak diantaranya tidak beroperasinya dermaga VI, dermaga V Pelabuhan Bakauheni akibat perbaikan dolphind penambat dan MB dermaga II hanya berharap, agar perbaikan bisa segera diselesaikan dan pelayaran bisa berjalan normal. Ia juga mengimbau agar semua pihak bisa bekerjasama termasuk nahkoda bisa mewaspadai kondisi perubahan cuaca ekstrim pada bulan November hingga Desember. Sebab bisa mengganggu pelayaran dengan tetap memantau prakiraan cuaca dari BMKG Maritim terkait kondisi perairan di Selat Sunda.

Lihat juga...