Banjir Terjang Sejumlah Desa di Barito Utara

MUARA TEWEH — Banjir akibat meluapnya aliran Sungai Barito karena hujan dengan curah yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir melanda sejumlah desa yang berada di dataran rendah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

“Saat ini banjir mulai merendam jalan kawasan tempat tinggal kami di Kelurahan Jambu Kecamatan Teweh Baru,” kata seorang warga Kelurahan Jambu Kecamatan Teweh Baru, Igang, Rabu (8/11).

Kelurahan Jambu yang terendam banjir yakni di Manggala RT 05, RT 06 dan RT 07 dengan ketinggian air berkisar 30 hingga 50 Sentimeter.

“Banjir mulai menggenang kawasan ini sejak Selasa malam tadi dan hingga kini air terus naik secara perlahan. Saat ini warga mulai berkemas-kemas untuk mengangkut sejumlah barang rumah tangga ke tempat yang lebih aman dari banjir musiman ini,” kata Igang.

Sementara Camat Lahei Rayadi mengatakan banjir juga melanda wilayahnya sejumlah desa dan kelurahan rutin dilanda banjir, kini kawasan itu mulai digenangi air asal luapan aliran sungai itu.

Kawasan yang tergenang banjir yakni di Kelurahan Lahei I RT 3 dan RT 1 Kecamatan Lahei II dengan ketinggian banjir sekitar 40 sentimeter, kedua wilayah itu berada di dataran rendah sehingga cepat dilanda banjir.

“Saat ini kami terus melakukan pemantauan terhadap kondisi banjir yang melanda kecamatan ini,” kata Rayadi.

Kawasan yang terendam banjir musiman ini selain merendam sejumlah desa di Kecamatan Lahei dan Teweh Baru juga dipastikan merendam sejumlah kawasan yang berada pada pinggiran Sungai Barito juga di Kecamatan Teweh Tengah, Teweh Selatan dan Montallat akibatnya selain jalan terendam banjir juga kebun karet milik warga juga terendam banjir sehingga petani tidak bisa menyadap karet.

Naiknya permukaan air Sungai Barito sepanjang 900 kilometer yang kawasan hulunya berada di wilayah Kabupaten Murung Raya, Kalteng dan bermuara di laut Jawa, ini juga telah mengganggu transportasi sungai terutama angkutan kapal dan tongkang bertonase besar.

“Semua angkutan tambang dan kayu dilarang berlayar melewati jembatan karena permukaan air Sungai Barito di atas normal sejak Selasa pagi,” kata Kepala UPTD Dermaga Muara Teweh pada Dinas Perhubungan Barito Utara, Muhammad Nurdin (Ant).

Lihat juga...