Eko Supriyanto, Penata Tari 268 Konser Madonna

JAKARTA — Tak banyak yang tahu bahwa salah satu penata tari penyanyi Madonna adalah seniman berkebangsaan Indonesia. Dia bernama Eko Supriyanto menjadi penata tari sebanyak 268 konser di berbagai negara dari penyanyi berkebangsaan Amerika kelahiran 1958 ini.

Pertunjukan Lion King di Teater Boradway New York, Amerika Serikat juga tak lepas dari sentuhan karyanya. Lelaki kreatif yang akrab disapa Eko Pece itu juga terlibat sebagai penata tari untuk ajang Miss World yang diselenggarakan di Bali (2013).

Kini peraih gelar Master of Fine Arts dan PhD Degree dari University of California Los Angeles (UCLA) Amerika Sarekat serta gelar Program Doktorat Studi Pertunjukan UGM itu siap mementaskan tari ‘SALT ’ di Teater Salihara, Jakarta, pada hari Minggu, 12 November 2017, Pukul 20:00 WIB.

SALT adalah karya terbaru Eko yang melengkapi karya serial Trilogy of Jailolo (2017-2018). SALT mengambil bentuk dari Jatilan (tari tradisional Magelang) dan Cakalele (tarian perang dari Maluku Utara).

Penelitian karya ini dikembangkan di Jailolo dan Solo selama 5 tahun terakhir. Karya yang akan dimainkan sendiri oleh Eko Supriyanto ini juga didorong oleh pengalamannya ketika menyelam dan bergerak melawan gravitasi bumi.

Terharu

Eko membeberkan pengalamannya ketika kerjasama dengan Madonna, penyanyi yang mendapat julukan sebagai “Ratu Pop”. Menurut Guinness World Records, Madonna merupakan penyanyi wanita tersukses sepanjang masa.

“Madonna sangat tahu apa yang ia lakukan. Ia hanya berucap sekali dan itu harus dituruti. Seperti sabda pendita ratu,” ungkap Eko mengenang tur Madonna di Amerika dan Eropa: “Drown World Tour”.

Lebih lanjut, Eko menerangkan Madonna dikenangnya sebagai sangat perhatian. Pernah Eko kecelakaan dalam pertunjukan di panggung yang membuatnya pingsan, disusul perawatan beberapa hari selama tur.

“Selama ia dalam perawatan hampir setiap jam Madonna menelepon menanyakan keadaannya,” terangnya.

Dengan pengalaman seperti itu, tak terbayang ketika tur berakhir dan semua pemain harus berpisah. Eko masih ingat bagaimana pertunjukan terakhir berlangsung di Los Angeles, bertepatan dengan ulang tahun Madonna.

Madonna dikenal tidak menyukai kejutan. Justru saat itu, semua pemain bersepakat untuk mengejutkan Madonna dengan mengacak-acak urutan, bahkan semua pakem pertunjukan terakhir tersebut.

“Pertunjukan terakhir benar-benar khaos. Urutan lagu berubah tanpa Madonna tahu dan tak bisa apa-apa. Seusai pertunjukan, Madonna menangis karena terharu,” cerita Eko.

Katanya, Madonna kembali menangis ketika dalam malam perpisahan Eko menyerahkan keris sebagai kenang-kenangan.

Lihat juga...