Asah Taktik Perang, Kodim Sikka Tundukkan Daerah Kelabu

MAUMERE – Untuk mengingatkan kembali kehidupan kemiliteran yang berkaitan dengan disiplin taktik perang, Kodim 1603 Sikka menggelar latihan berbivak di Basis Operasi Depan (BOD) yang merupakan daerah kelabu. Masyarakatnya ada yang memihak kepada TNI atau negara dan ada yang memihak kepada musuh.

“Latihan tersebut bertujuan melatih para anggota prajurit militer dalam menciptakan disiplin perang yang baik,” ujar Dandim 1603/Sikka Letkol Inf. Sugeng Prihatin, S.Sos, M.Sc, M.Tr. Hanla, Senin (27/11/2017).

Kasdim 1603 Sikka Mayor Inf. A. A Gede Arnawa (kedua kanan) bersama Pasi Intel Letkol Inf. Samuel None Guba saat latihan Berbivak. Foto: Ebed de Rosary

Kepada Cendana News, Dandim Sugeng menjelaskan, dalam latihan tersebut dipraktikkan soal menjaga kerahasiaan pada saat malam hari dengan tidak boleh ada suara manusia, suara kayu, suara daun kering serta tidak boleh ada nyala api yang terlihat. Baik api rokok, api pada saat memasak maupun pembakaran lain.

Dalam latihan tersebut juga, lanjutnya, ada yang namanya siaga senja dan siaga fajar karena pada saat itu kebiasaan musuh akan melakukan pergerakan dari satu tempat ke tempat yang lainn sehingga perlu kewaspadaan dan melakukan pemantauan secara berkala.

“Selain itu, untuk menjaga keamanan Basis Operasi Depan (BOD) diadakan patroli di sekitar BOD serta juga melakukan anjangsana ke perkampungan warga untuk menarik simpati dari warga yang ada di sekitar BOD tersebut,” terangnya.

Latihan tersebut, jelas Dandim Sugeng, diawali dengan berjalan kaki dari Basis Operasi (BO) yang merupakan daerah putih. Tempat tersebut masih merupakan daerah aman tepatnya di Makodim 1603/Sikka dengan jarak 3 kilometer menuju tempat Basis Operasi Depan (BOD) di daerah hutan reboisasi Desa Watugong Kecamatan Alok.

“Saya memimpin langsung latihan ini yang diikuti oleh 72 anggota. Saya berharap dengan adanya latihan tersebut maka kemampuan prajurit TNI khususnya Kodim 1603 Sikka terus diasah,” ungkapnya.

Pasi Intel Kodim Sikka Lettu Inf. Samuel None Guba kepada Cendana News menjelaskan, sejak diadakannya MOU dengan beberapa kementerian khususnya dengan Kementerian Pertanian dan Kesehatan, maka para prajurit TNI khususnya TNI AD juga banyak berkecimpung di pertanian. Dalam rangka mengawal serta pendampingan sebagai upaya khusus melalui peningkatan hasil padi, jagung dan kedelai (pajale) para petani.

Aparat TNI AD termasuk Kodim 1603 Sikka pun, kata Samuel, membantu Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dalam membangun jambanisasi bagi warga yang belum mempunyai tempat Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) sehingga diharapkan semua warga memiliki jamban yang sehat.

“Dengan tugas pokok baru yang dipercayakan oleh negara kepada TNI AD termasuk Kodim 1603/Sikka untuk pengawalan dan pendampingan maupun upaya khusus Pajale pada pertanian guna menjadikan Indonesia sebagai negara swasembada pangan, tentunya tidak menjadikan alasan untuk melupakan kehidupan kemiliteran yang berkaitan dengan disiplin taktik perang,” ungkapnya.

Latihan tersebut dipimpin langsung oleh Dandim 1603 Sikka Letkol Inf. Sugeng Prihatin. Diharapkan bermanfaat bagi para prajurit agar bisa meningkatkan kemampuan prajurit dalam melaksanakan tugas sebagai aparat militer dalam menjaga keutuhan NKRI dari ancaman yang mungkin timbul.

Lihat juga...