JAYAPURA –Situasi Tembagapura dan sekitarnya mendapatkan atensi penuh dari aparat kemann dalam hal ini kepolisian. Kapolda Papua Irjen BoY Rafli Amar meminta masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ke sejumlah kampung di Tembagapura minta berhati-hati dengan keberadaan KelompoK Kriminal Bersenjata (KKB).
Himbauan tersebut muncul setelah Marthinus Baenal, seorang karyawan PT Pangansari Utama salah satu penyedia jasa katering di lingkungan PT Freeport Indonesia ditemukan dalam keadaan meninggal. Sebelumnya Baenal diketahui dilaporkan telah diculik oleh KKB di daerah Tembagapura.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, kabar yang diterima menyebut, Marthinus Baenal ditemukan meninggal setelah keluarga korban dari Kampung Banti melaporkan penemuan korban kepada polisi pada Jumat (10/11/2018) sore sekitar pukul 15.00 WIT.
“Jadi, sebenarnya saksi mendapat informasi pada Kamis (9/11/2017) Marthinus Baenal, warga sipil yang sebelumnya dikabarkan menjadi korban penculikan telah ditemukan oleh masyarakat di Kampung Utikini, Distrik Tembagapura, yang berdekatan dengan lokasi KKB dalam keadaan meninggal dunia dan jenazah korban sudah dimakamkan oleh keluarga korban,” katanya.
Mengenai kronologis peristiwa Kamal menjelaskan, kasus tersebut bermula pada Selasa (7/11/2017) sekitar pukul 05.00 WIT, Marthinus Baenal yang tinggal di barak E 214 Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, memutuskan untuk pulang berjalan kaki melalui hutan dari arah Amole Tembagapura turun ke Kampung Utikini, Distrik Tembagapura, guna menemui istrinya. Sang istri disebutkan mengalami ketakutan dengan situasi terkini di kawasan Tembagapura.
Sekira pukul 08.00 WIT, anak dari Martinus Beanal masih sempat berkomunikasi lewat telepon seluler dan menanyakan posisi yang bersangkutan. “Kemudian Martinus Beanal menjawab kalau dirinya sudah berada di Kampung Baru yang merupakan area pengibaran Bendera Bintang Kejora, tapi tidak berapa lama kemudian terdengar bunyi tembakan dan selanjutnya komunikasi tersebut terputus,” ujar Kamal.
Beranjak dari peristiwa tersebut, pihak keluarga bernama Yulianus Beanal berasumsi bahwa Martinus Beanal telah menjadi korban penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Keluarga berusaha mencari, namun hingga Rabu (8/11/2017) pagi upaya pencarian tidak membuahkan hasil.
Kemudian, pihak keluarga menghubungi keluarga lain yang berada di area Opitawak namun hasilnya juga nihil. Pencarian dilanjutkan dengan mencari di sekitar barak-barak yang ada di Tembagapura dan hasilnya nihil juga. “Dari sinilah pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tembagapura guna penanganan lebih lanjut. Hingga pada akhirnya keluarga kembali melaporkan bahwa korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dan sudah dikuburkan,” kata Kamal.(Ant)