Terima Dana KIP, Siswa Gunakan Beli Peralatan Sekolah

LAMPUNG – Puluhan siswa dari SDN Kekiling Kecamatan Penengahan telah berkumpul di halaman depan kantor BRI Unit Penengahan untuk memperoleh bantuan uang tunai dari pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam program Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Sebuah kendaraan teras keliling BRI yang menyediakan fasilitas anjungan tunai mandiri bahkan disiapkan mempermudah para penerima program KIP khususnya siswa SD yang turut didampingi oleh orangtuanya dalam proses pengambilan dana KIP tersebut.

Yus Helmi (bertopi) mendata siswa penerima KIP SDN Kekiling di BRI Unit Penengahan. [Foto: Henk Widi]
SDN Kekiling menjadi salah satu dari sekolah sekolah tingkat SD penerima dana KIP di wilayah Penengahan yang dijadwalkan pengambilannya dilakukan tanpa mengganggu kegiatan belajar siswa. Jadwal yang dilakukan pada siang hari seusai sekolah sekaligus memberi kemudahan bagi petugas bank terutama teras BRI yang kerap berkeliling melayani nasabah di sejumlah pasar tradisional.

Yus Helmi selaku guru SD Kekiling mengungkapkan, sejak KIP diluncurkan oleh pemerintah murid-murid di SD Kekiling mendapatkan jatah sebanyak lebih dari 120 orang dan setelah mendapat pembaharuan data terjadi penambahan jumlah siswa penerima KIP berdasarkan survei ke sejumlah siswa dan kondisi keluarga yang tidak mampu. Pada tahun ajaran 2015/2016 Yus Helmi menyebut jumlah siswa penerima KIP berjumlah sekitar 55 orang dan tahun ajaran 2016/2017 berdasarkan data berjumlah sekitar 69 siswa penerima program KIP.

“Jumlahnya memang bertambah karena tahun ajaran baru ada penambahan siswa dengan kriteria siswa dari keluarga tidak mampu dan disurvei. Sekaligus rekomendasi dari pihak desa sebagai siswa kurang mampu termasuk anak yatim piatu,” terang Yus Helmi selaku guru SD Kekiling saat ditemui di sela-sela proses menunggu pembagian dana bantuan tunai program KIP di BRI Unit Penengahan, Selasa (3/10/2017).

Proses pengambilan KIP diakuinya bekerjasama dengan BRI Unit Penengahan khususnya bagi sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Penengahan sekaligus mengikuti jadwal penerimaan yang bergilir dengan sekolah-sekolah lain yang siswanya menerima bantuan tunai KIP. Kemudahan dalam penerimaan bantuan tunai KIP pada tahun ini diakuinya cukup mudah karena uang diterima dalam bentuk rekening ke masing-masing siswa penerima bantuan KIP dan dalam proses pengambilannya harus menyertakan berkas-berkas lengkap di antaranya Kartu Keluarga, fotocopy rapor, dan surat keterangan dari desa sebagai penerima KIP.

Bantuan pemerintah melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diterima dalam bentuk uang tunai diakuinya menjamin dan memastikan anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu terdaftar sebagai penerima bantuan tunai pendidikan sampai lulus SMA/SMK/MA. Selain membantu para siswa penerimaan dana KIP meringankan beban para orangtua yang memiliki anak usia sekolah dalam pemenuhan kebutuhan sekolah.

Mapuroh (39) yang mendampingi anaknya Ragil (10) yang duduk di kelas 4 menyebut sangat terbantu dengan program KIP terutama dirinya memiliki tiga orang anak duduk di bangku SD, SMP dan SMA penerima program KIP dan Program Keluarga Harapan (PKH). Sebagai seorang isteri dengan pekerjaan suami hanya sebagai buruh dana KIP dan PKH yang diterima ikut mengurangi bebannya sebagai orangtua dalam pemenuhan kebutuhan pendidikan anaknya.

“Setelah menerima dana KIP rencananya akan digunakan untuk membeli tas dan sepatu karena tas yang dimiliki anak saya sudah jebol sehingga pas ketika menerima KIP,” ungkap Maspuroh.

Bantuan KIP dengan sistem pencairan dilakukan untuk siswa SD diakui Maspuroh sebesar RP225 ribu dan bisa dipergunakannya untuk keperluan anaknya bersekolah SD. Sementara anaknya yang bersekolah di SMP menerima dana sebesar Rp375 ribu per semester dan Rp500 ribu untuk anaknya yang SMA.

Loli, salah satu petugas dari kantor BRI unit Penengahan menyebut, selama pemberian program KIP yang dicairkan melalui BRI sudah ada sekitar 2000 siswa yang mencairkan KIP dan dilakukan secara bergiliran. Didampingi para guru dan orangtua siswa penerima KIP dengan melengkapi persyaratan yang telah ditentukan.

Para siswa dan orangtua menunggu pencairan dana KIP di BRI Unit Penengahan. [Foto: Henk Widi]
Lihat juga...