Panas Bumi Nyaris Aliri Jalan, Badan Geologi Diminta Bertindak

PADANG – Jalan raya lintas Sumatera yang berada di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat hampir dialiri air panas yang keluar dari perut bumi di Hutan Cagar Alam Rimbo Panti. Air panas itu, keluar diduga akibat tidak ditutupnya lubang pengeboran geothermal atau panas bumi yang ada di daerah tersebut.

Ketika dikonfirimasi ke Kepala Resort BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Pasaman, Edi Candra menjelaskan, penyebab keluarnya air panas itu diduga akibat tidak ditutupnya lubang bekas pengeboran geothermal yang dilakukan beberapa waktu lalu.

“Di Hutan Cagar Alam Rimbo Panti merupakan lokasi yang memiliki potensi geothermal. Jadi, beberapa waktu lalu pengeboran telah selesai dikerjakan. Ternyata pihak ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) tidak menutup lubangnya, sehingga airnya keluar hingga nampak di pinggir jalan,” ujarnya, Selasa (3/10/2017).

Ia mengaku tidak mempunyai wewenang untuk lubang bekas pengeboran panas bumi tersebut. Untuk, saat ini pihaknya masih menunggu ESDM Sumbar untuk turun ke lokasi, dan menutup rapat kembali lubang bekas pengeboran tersebut.

Sementara itu itu, Kepala Dinas ESDM Sumbar Heri Martinus menyebutkan, bukan ESDM Sumbar yang berwenang untuk menutup bekas pengeboran panas bumi tersebut, akan tetapi wewenangnya Badan Geologi.

“Jadi hal ini telah dikoordinasikan dengan Badan Geologi di Bandung. Semoga ada langkah cepat dari Badan Geologi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Heri menyatakan air panas yang keluar itu merupakan uap dari panas bumi yang berada di sekitar Hutan Cagar Alam Rimbo Panti tersebut dan tidak berbahaya. Bahkan, ia membantah bahwa uap tersebut bukan hasil dari pengeboran untuk salah satu perusahaan, mengingat belum ada investornya.

Lihat juga...