Tari Reta Lou, Antar SMK Yohanes XXIII Juara Nasional

MAUMERE – Tarian Tua Reta Lou yang dibawakan siswa-siswi SMK Yohanes XXIII Maumere yang mewakili Provinsi NTT, meraih juara 3 kategori Penyaji Terbaik Tari Tradisional SMK Non Seni dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) 2017 yang digelar di Kota Kupang akhir September 2017. Sekaligus mempromosikan tarian tradisional Sikka dan NTT.

Demikian disampaikan kepala sekolah SMK Yohanes XXIII Maumere, Marselinus Moa Ito, saat ditemui Cendana News, Kamis (19/10/2017) terkait wakil sekolahnya yang meraih juara tingkat NTT dan mengikuti lomba di tingkat nasional.

Dikatakan Moa Ito, sejumlah murid sudah berusaha dengan segenap kemampuan namun hasil yang dicapai belum sesuai target sekolahnya yakni tetap mempertahankan juara pertama seperti tahun sebelumnya 2016.

“Kami tahun ini meraih juara pertama untuk lomba film pendek dan lomba tarian tradisional tingkat SMK sehingga berhak mewakili provinsi NTT untuk berlaga di tingkat nasional,” ungkapnya.

Untuk tarian tradisional, terang Moa Ito, SMK Yohanes XXIII meraih juara pertama tingkat nasional tahun 2016 kemarin sehingga untuk tahun 2017 pihaknya ingin mempertahankan pencapaian ini namun hasil yang dicapai memang tidak sesuai target.

“Untuk tarian tradisional kami merupakan juara bertahan sehingga menjadi beban moril bagi kami untuk bisa mempertahankan prestasi yang didapat tahun sebelumnya. Tahun ini kami tampilkan tarian Tua Reta Lou tapi belum meraih hasil maksimal,” tuturnya.

Moa Ito berterima kasih kepada para guru, guru pembimbing yang telah meluangkan waktu untuk melatih anak-anak didik hingga meraih prestasi serta orang tua siswa yang mempercayakan anak-anak mereka dididik dan ditempa di sekolah tersebut.

“Untuk film pendek memang hasil yang dicapai masih belum maksimal. Ini sekaligus memotivasi kami agar hasil karya dari para juara bisa menjadi perbandingan buat kami untuk terus belajar meraih hasil yang lebih baik,” ungkapnya.

Maria Linda Lanu salah seorang penari yang ditanya Cendana News mengaku senang dan bangga karena dari sekian banyak provinsi yang mengikuti lomba sekolahnya bisa meraih tiga besar dan merupakan prestasi yang sangat luar biasa di tingkat nasional.

Memang, kata Maria, target yang dibebankan adalah meraih juara pertama sama seperti tahun sebelumnya. Namun meski para penari dan guru pembimbing sudah melatih dengan maksimal tapi ada yang lebih baik dari mereka. Tentu ini menjadi motivasi untuk berusaha lebih baik lagi.

“Ini pelajaran berharga buat kami dan tentunya dengan mengikuti lomba ini di level nasional banyak hal yang bisa kami pelajari agar ke depan bisa meraih hasil yang maksimal,” pungkasnya.

Kepala Sekolah SMK Yohanes XXIII Maumere Marselinus Moa Ito. Foto: Ebed de Rosary

 

Lihat juga...