Posdaya Permata Bunda, Berdayakan 12 Ibu Rumah Tangga

PADANG – Jejak Pemberdayaan Yayasan Damandiri – Kerajinan rajutan yang berada di Perumahan Polda, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, yang merupakan anggota Posdaya Permata Bunda, tidak hanya bergerak secara individu, tetapi turut memberdayakan para ibu rumah tangga setempat.

Pengelola usaha kerajinan rajutan Tati Oktavia mengatakan, setelah mendapat pinjaman modal usaha dari Tabur Puja di Posdaya Permata Bunda, usaha kerajinan rajutan pun turut berkembang dengan positif.

Situasi kerja tersebut tidak hanya dikerjakan secara pribadi oleh Tati, tapi turut mengajak dan memberdayakan para ibu rumah tangga setempat.

“Dulu, memang usaha ini saya jalani sendiri, setelah mendapat pelatihan dari Dinas Tenaga Kerja dengan modal seadanya. Namun setelah mendapat pinjaman dari Tabur Puja, usaha saya pun tumbuh cukup baik,” katanya, Rabu (25/10/2017).

Ia menyebutkan, alasan mengajak atau memberdayakan para ibu rumah tangga tersebut, karena ingin berbagi pekerjaan dan penghasilan kepada para ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan. Untuk mengerjakan rajutan itu, Tati menerapkan sistem bagi hasil, khususnya dari hasil penjualan.

Hasil rajutan para ibu rumah tangga ini beragam, mulai dari tas berukuran kecil dan besar dan berbagai bentuk aksesoris. Dengan berbahan benang wol dan mesin jahit, hasil rajutan dinilai dengan harga yang cukup menjanjikan, yakni untik tas kecil Rp80.000 per unit dan tas yang besar Rp500.000 per unit. Sementara aksesoris tergantung bentuk dari pesanan.

Ia menyebutkan, munculnya keinginan untuk memberdayakan 12 orang ibu rumah tangga, selain ingin berbagi rezeki, juga turut menjalankan amanah sosialisasi dari Posdaya untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera.

“Jadi hasil kerajinan para ibu ini beragam juga, karena keahlian atau seni yang dimiliki berbeda pula. Ajaran tentang merajut, menghasilkan out put hasil kerajinan yang terbilang bagus,” ujarnya.

Tati mengaku, perhatian dari Posdaya Permata Bunda ke usaha rajutannya itu, cukup bagus. Karena selain telah memberikan pinjaman modal usaha, Posdaya Permata Bunda turut mempromosikan hasil kerajinan rajutan miliknya.

Sementara itu, Ketua Posdaya Permata Bunda, Nina Dewi Sukmawati mengatakan, kerajinan rajutan yang tengah ditekuni oleh Tati, merupakan salah satu usaha unggulan dari Posdaya Permata Bunda yang dimiliki anggotanya.

“Rajutan yang dikerjakan oleh Tati, memang sedang berkembang dengan baik. Untuk itu, kita di Posdaya terus mendukung usaha tersebut. Apalagi, Tati telah turut memberdayakan 12 orang ibu rumah tangga, hal ini merupakan upaya yang positif,” ucapnya.

Menurut Dewi, untuk usaha rajutan tersebut, merupakan usaha rajutan satu-satunya yang dimiliki Posdaya Permata Bunda. Karena, saat ini anggota Posdaya Permata Bunda lebih dominan bergerak di bidang usaha berjualan atau pedagang.

Ketua Posdaya Permata Bunda, Nina Dewi Sukmawati, saat berada di rumahnya dengan sejumlah penghargaan yang diterima selama mengabdi menjadi Ketua Posdaya Permata Bunda/Foto: M. Noli Hendra

 

Lihat juga...