Langkah PSS Terhenti, Manajer Tim Pilih Mengundurkan Diri
SLEMAN — Langkah PSS Sleman dalam perburuan tiket promosi ke Liga 1 musim depan, terhenti. Kemenangan 2-1 atas Persis Solo, Selasa (10/10/2017) sore tetap tak mampu membawa tim berjuluk Super Elang Jawa melaju ke babak perempat final karena PSPS Riau menang telak 4-0 atas Cilegon United.
Kegagalan tim kebanggaan Brigata Curva Sud (BCS) dan Slemania harus dibayar mahal. Manajer tim, dr Arif Juli Wibowo memutuskan meletakkan jabatannya. Keputusan diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas kegagalan memenuhi target yang dibebankan.

“Dalam tim posisi tertinggi adalah manajer tim. Kegagalan tim adalah tanggung jawab saya penuh. Tanpa tekanan atau desakan mundur dari siapa pun, dengan kesaadaran penuh saya letakkan jabatan sebagai manajer tim PSS,” ucap dr Arif melalui pesan singkat kepada media.
Arif mengatakan, ia juga meminta maaf kepada seluruh masyarakat Sleman, Slemania maupun BCS karena tidak mampu mengemban amanah sebagai manajer tim yang dibebani target lolos Liga 1.
“Sekali lagi saya minta maaf kepada semuanya,” tutup dr Arif.
Sementara itu, pada laga pamungkas Babak 16 besar Liga 2 Grup A, PSS berhasil menaklukkan tamunya Persis Solo 2-1. Sempat tertinggal 0-1 pada melalui Joko Prayitno pada menit 29, PSS berbalik unggul melalui dua gol melalui Bagus Kurnia menit 72 dan penalti Dave Mustaine menit 79.
Sayangnya, kemenangan itu tetap gagal membawa Super Elang Jawa meneruskan kiprahnya memperebutkan tiket promosi Liga 1 musim depan. Pesaing terdekatnya, PSPS Riau lebih berhak mendampingi Persis Solo ke babak perempat final usai melumat Cilegon United 4-0.
Baik PSS maupun PSPS sama-sama mengoleksi poin 8. Namun, catatan head to head serta torehan gol tim asal Sumatera itu lebih baik dari PSS yang hanya menempati urutan ke-3 pada papan tabel klasemen Grup A. Disusul Cilegon United di posisi buncit.
Asisten pelatih Persis Solo Albert Rudiana mengakui jalannya permainan dikuasai oleh PSS. Anak asuhnya harus berjuang keras meski sempat unggul di babak pertama. “PSS menguasai ball possesion, mereka bermain luar biasa. Mereka pantas meraih tiga poin,” ujarnya.
Kegagalan PSS sendiri membuat suporter yang memadati stadion kecewa. Sempat terjadi kericuhan saat suporter mencoba meluapkan kekecewaan mereka. Bahkan manajer tim PSS sempat terkena bogem mentah dari suporter yang kecewa.