30 Rumah Adat di Sumba Barat Terbakar

KUPANG – Kepolisian Resor Sumba Barat, mencatat ada 30 rumah yang terbakar di Kampung Adat Tarung di Kota Waikabubak, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur.

“Total ada 30 rumah yang terbakar di kampung adat Tarung. Saat ini petugas kami masih berada di lokasi untuk mendata lebih lanjut,” kata Kapolres Sumba Barat, AKBP Muhammad Erwin saat dihubungi dari Kupang, Sabtu (7/10/2017).

Ia mengaku proses pemadaman puluhan rumah tersebut terkendala, karena selain di kabupaten itu tak memiliki mobil pemadam kebakaran, atap dari rumah di kampung adat itu juga terbuat dari alang-alang, sehingga memudahkan api untuk merabat ke rumah adat yang lain.

Karena itu, untuk membantu pemadaman, pihak kepolisan menurunkan kendaraan water canon serta dibantu puluhan mobil tangki berukuran 5.000 liter yang ada di daerah itu. “Semua rumah beratapkan alang-alang. Kami susah untuk memadamkannya,” tambahnya.

Dalam kejadian tersebut, lanjutnya, kerugian yang dialami oleh warga di kampung adat itu mencapai kurang lebih ratusan juta, sebab sejumlah barang-barangnya ikut hangus terbakar di rumah adat tersebut.

Terkait penyebab dari kebakaran tersebut, Erwin mengaku belum mengetahuiny,a sebab fokus mereka sekarang ini adalah memadamkan api-api kecil yang masih menyala di sekitar kampung adat tersebut. “Nanti soal penyebabnya akan kami sampaikan lagi. Untuk saat ini kami fokus dulu pada pemadaman dan mendata kerusakan dan kerugian,” tambahnya.

Kampung adat Tarung merupakan satu dari sejumlah kampung adat yang menjadi salah satu destinasi wisata budaya bagi wisatawan yang berkunjung ke Sumba Barat.

Kampung Tarung sendiri berdampingan dengan Kampung Waitabar yang juga rumahnya masih terbuat dari alang-alang dan mereka yang bertempat tinggal di kampung itu masih menjaga budaya leluhur mereka. (Ant)

Lihat juga...