Beras Kencur, Minuman Hangat Berkhasiat Obat
LAMPUNG — Minuman tradisional yang diracik dari bahan herbal tersebut menjadi salah satu minuman buatan Suwita Ningsih Purwati (41), warga Tiyuh Jaya Murni, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung.

Suwita mengaku, awalnya membuat minuman beras kencur sebagai minuman penghangat tubuh yang disukai keluarga, terutama anak-anaknya, kerabat dan tetangga. Cita rasa minuman beras kencur buatannya dirasa pas dalam hal rasa serta kasiat.
Setelah melalui berbagai pelatihan dan dukungan dari suami dibantu sang anak, ia mulai memanfaatkan sebagian tanaman bahan pembuatan beras kencur yang ditanam di polybag meliputi kencur, kunyit, jahe, daun pandan, jeruk nipis yang sebagian dihasilkan di pekarangan.
Bahan-bahan lain seperti asam jawa, garam, gula pasir, beras sebagian dibeli di pasar termasuk bahan-bahan lain yang belum tersedia di kebun miliknya yang dipenuhi dengan berbagai tanaman organik tersebut.
“Awalnya, saya memang menyukai bercocok tanam berbagai jenis sayuran secara organik sekaligus tanaman obat keluarga berupa kencur, jahe, kunyit, lengkuas, kumis kucing serta berbagai jenis tanaman lain, lalu mulai belajar cara membuat minuman herbal atau jamu,” ungkap Suwit,a saat dikonfirmasi melalui WhatsApp miliknya, Sabtu (7/10/2017) petang.
Niat membuat minuman herbal yang berbahan baku tanaman toga tersebut, berawal dari dirinya yang kerap mengalami keluhan kesehatan dan bisa sembuh dari meracik tanaman herbal termasuk bagi anak-anaknya yang masuk angin atau mengalami gangguan kesehatan ringan.
Selain berfungsi sebagai obat, ia juga menyebut minuman kemasan yang dijual di pasaran berupa minuman gelas, botol diakuinya kerap kurang terjamin kadar kesehatannya bagi anak-anak, sehingga ia memilih minuman alternatif yang lebih menyehatkan, salah satunya beras kencur.
Minuman beras kencur dibuat oleh Suwita dari bahan beras satu kilogram yang direndam sekitar tiga jam sembari menyiapkan bahan jamu, di antaranya jahe, asam jawa, daun pandan, kencur, kunyit, gula jawa yang direbus hingga mendidih untuk diambil ampasnya.
Setelah matang semua bahan tersebut bersama beras yang disiapkan ditumbuk bersama beras dan dicampur dengan air rebusan rendaman bahan jamu sehingga tumbukan akan lebih beraroma dan berasa beras kencurnya.
Setelah semua bahan tersebut tercampur sempurna, ia memberikan tambahan air jeruk nipis dan sedikit garam, hingga tercampur merata selanjutnya semua bahan tersebut dipanaskan menggunakan oven khusus hingga mengering. Selain dioven, proses pengeringan bisa dilakukan dengan proses penjemuran di terik matahari, sehingga bahan beras kencur bisa lebih awet saat dikemas.
“Setelah dikeringkan dan semua bahan sudah menjadi beras kencur, proses penyaringan atau pengayakan dilakukan agar lebih lembut sebelum dimasukkan dalam kemasan plastik berukuran satu saset sekali seduh” ungkap Suwita.
Minuman beras kencur buatan Suwita selain menjadi sajian saat ada tamu berkunjung, sebagian besar merupakan minuman kemasan bubuk yang siap diseduh tersebut juga dijual ke beberapa tetangga, di antaranya dipesan melalui jasa ekspedisi jika pembeli dari luar daerah.
Satu pak minuman herbal dengan berat bersih 2 ons dijual seharga Rp20 ribu, belum termasuk ongkos kirim bagi yang ada di luar daerah Tulang Bawang Barat. Sementara di dekat wilayah tersebut selama ini ia bersedia mengantarkan minuman herbal dalam bentuk serbuk kemasan tersebut.
Hingga kini, berbagai jenis minuman serbuk kemasan herbal atau jamu bahkan sudah dijual ke wilayah Surabaya, Medan, Batam, Kalimantan dengan sistem pesanan. “Sebagian besar pemesan membeli sebagai minuman selingan harian dibandingkan mengkonsumsi minuman pabrikan yang selama ini banyak di pasaran”, ungkapnya.
Selain minuman beras kencur dalam bentuk serbuk kemasan, selama hampir setahun terakhir ini dirinya juga membuat minuman serbuk di antaranya sari kunyit asem, jamu sehat papa, bandrek jahe asli yang dijualnya sebagai alternatif minuman sehari-hari sekaligus sebagai minuman berkhasiat dan bisa ditambah madu dan susu. Selain sebagai minuman yang bisa dikonsumsi untuk kesehatan minuman tradisional, juga bisa sebagai upaya melestarikan minuman tradisional.