SDN 5 Muara Teweh Jadi Sekolah Rujukan di Barito Utara
MUARA TEWEH – Sekolah Dasar Negeri 5 Melayu Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, ditetapkan sebagai sekolah percontohan untuk wilayah tersebut. Penetapan tersebut dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
“Dengan dijadikannya status sekolah rujukan ini maka SDN 5 Melayu harus memiliki kelebihan dibanding sekolah-sekolah lainnya, baik itu dari segi tenaga pendidik maupun sarana dan prasarananya, sebab sekolah ini akan menjadi contoh bagi sekolah lainnya,” Kepala SDN 5 Melayu, Kecek Eta di Muara Teweh, Senin (18/9/2017).
SDN 5 Melayu yang terletak di jalan protokol Jalan Ahmad Yani Muara Teweh merupakan sekolah tingkat SD pertama di Barito Utara yang ditunjuk oleh Kemendikbud sebagai sekolah rujukan. Penetapan dilakukan dengan Surat Keputusan Kemendikbud, pada Juli 2017 lalu, yang diterima oleh pihak sekolah pada Agustus 2017.
Meski menjadi sekolah rujukan, Kecek mencatat lembaga yang dipimpinya masih memiliki sejumlah kekurangan.
Kekurangan tersebut, kata dia, terkait masalah tenaga pendidik serta sarana dan prasarananya seperti belum adanya ruang laboratorium, aula, ruang guru dan kepala sekolah, serta perpustakaan sekolah juga masih menggabung dengan ruang UKS dan barang.
“Untuk itu, diharapkan dukungan dari semua pihak termasuk dari pemerintah daerah, sebab masih banyak kekurangan yang harus dilengkapi di SDN 5 Melayu ini, sesuai dengan standart yang ada. Kami mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah, provinsi dan pusat. Tanpa dukungan dari pemerintah maka hal ini akan sulit untuk berhasil,” tambahnya.
Humas Komite SDN 5 Melayu Muara Teweh, Melkianus HE sangat menyambut baik SDN 5 Melayu sebagai sekolah rujukan di Kabupaten Barito Utara. Menurut dia, pemerintah daerah dalam hal ini perlu melengkapi kebutuhan-kebutuhan sekolah itu, sehingga paling tidak ada satu sekolah tingkat SD yang benar-benar bagus dan tidak kalah dengan sekolah-sekolah lain yang ada di pulau Jawa.
“Pemkab Barito Utara bisa mendukung sekolah rujukan ini dengan membangun fasilitas-fasilitas yang masih kurang. Kita sangat menyambut baik ditetapkannya SDN 5 Melayu menjadi sekolah rujukan dan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya di wilayah Kabupaten Barito Utara,” pungkas Melkianus. (Ant)