HANOI – Topan Doksuri telah menewaskan sembilan orang dan membuat empat orang hilang sejak menerjang Wilayah Vietnam Tengah pada Jumat (15/9/2017). Kesembilan korban tersebut berasal dari empat provinsi yang diterjang parah oleh badai tersebut.
Ke-sembilan korban terdiri dari tiga orang berasal dari Provinsi Hoa Binh di Vietnah Utara, masing-masing dua dari Provinsi Quang Binh dan Thanh Hoa di bagian tengah, dan masing-masing satu dari Provinsi Thuan Thien Hue serta Nghe An di bagian tengah. Sedangan untuk korban hilang empat orang semua berasal dari Provinsi Quang Binh.
Data dari Komite kerja Sentral bagi Pemantauan dan Pencegahan Bencana Alam negera tersebut mencatat untuk korban luka mencapai 112 orang. Jumlah tersebut termasuk 89 orang dari Provinsi Quang Binh dan 10 dari Provinsi Quang Tri di bagian tengah negeri itu.
Topan tersebut, pada Senin (18/9/2017) pagi terpantau masih bergerak cepat dan mengakibatkan hancurnya 1.065 rumah di Provinsi Quang Binh, mematahkan 1.559 tiang listrik, menenggelamkan tujuh kapal nelayan dan 183 perahu kecil nelayan, merusak 29 bagian tanggul laut dan banyak jalan, dan merendam hampir 4.500 hektare sawah dan sebanyak 8.300 hektare tanaman lain.
Bencana alam, terutama topan tropis dan tanah longsor, menewaskan atau membuat 116 orang hilang dan mengakibatkan kerugian harta sebesar 250 juta dolar AS di Vietnam dalam delapan bulan pertama tahun ini. Tercatat bencana yang terjadi kali ini menjadi badai paling kuat di negara tersebut sesudah bertahun-tahun terakhir.
Dari catatan Badan Meteorologi Vietnam, angin bergerak dengan kecepatan 130 kilometer per jam saat topan tersebut melanda. Berdasarkan data yang ada, badai Doksuri menyebabkan Listrik padam di beberapa bagian provinsi Ha Tinh dan Quang Binh setelah badai melumpuhkan jaringan listrik dan merobohkan pepohonan serta papan reklame. (Ant)