Pengacara Dua Wartawan Peliput Rohingya Tak Dapat Akses Mendampingi

DHAKA – Upaya untuk mendapatkan pendampingan pengacara bagi dua wartawan yang ditahan di Bangladesh saat meliput rohingya mengalami kendala. Seorang pengacara yang bermaksud melakukan pendampingan tidak mendapatkan akses untuk bertemu.

Wartawan yang ditahan tersebut adalah Minzayar Oo dan Hkun Lat. Mereka ditahan selama lebih dari seminggu yang lalu di distrik perbatasan Cox’s Bazar di Bangladesh, tempat para pengungsi tiba dari Myanmar untuk menghindari serangan militer terhadap pemberontak yang digambarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai pembersihan etnis.

Polisi Bangladesh mengatakan mereka ditahan karena terlibat dalam pekerjaan jurnalistik majalah Jerman menggunakan visa turis. Pada Kamis, pengadilan menolak pembayaran jaminan mereka.

Sang pengacara Jyotirmoy Barua menyebut, Dia telah pergi ke penjara untuk menemui mereka dan membicarakan petisi yang direncanakannya diajukan ke pengadilan tinggi untuk meminta pembebasan mereka. Namun, pihak otoritas penjara menolak perizinannya dengan tidak memberikan alasannya.

Termasuk upaya Barua untuk mendapatkan dokumen pengadilan dan dokumen polisi untuk mengajukan permohonan banding atas nama keduanya juga tidak membuahkan hasil. Dan saat ini Myanmar disebut sedang mencari informasi mengenai keduanya melalui jalur diplomatik.

Majalah GEO Jerman, yang menugaskan Minzayar Oo untuk meliput krisis Rohingya, mengatakan bahwa dia telah melakukan perjalanan ke Bangladesh pada 6 September bersama dengan Hkun Lat dan ditahan keesokan harinya.

“Kami sangat prihatin bahwa akses pengacara tersebut ditolak. Yang lebih membingungkan lagi adalah pihak berwenang menyatakan bahwa Minzayar Oo dan Hkun Lat ditahan pada 13 September, padahal kenyataannya mereka berada di tahanan polisi sejak 7 September. Kita perlu tahu bahwa mereka diperlakukan dengan baik dan tidak terluka secara fisik” ujar pemimpin redaksi GEO Christoph Kucklick dalam pernyataannya bersama Adrian Evans, direktur Panos Pictures.

Minzayar Oo merupakan salah satu fotografer paling menonjol dari Myanmar dan telah bekerja di berbagai media untuk meliput kemunculan kekuasan militer di negara Myanmar. Sedangkan Hkun Lat merupakan fotografer terkenal yang telah meraih hadiah untuk liputan konflik di daerah perbatasan. (Ant)

Lihat juga...