Penantian Panjang Berbuah Manis Di Tokyo
JAKARTA – Turnamen bulu tangkis Jepang Terbuka 2017 telah berakhir Minggu (24/9/2017). Babak final dari turnamen tersebut telah memunculkan juara-juara untuk lima nomor yang dipertandingkan.
Masing-masing juara pada setiap nomor di turnamen berlevel Super Series tersebut bisa dibilang telah melakukan penantian cukup panjang untuk bisa berprestasi. Dan Tokyo Metropolitan Gymnasium sebagai saksi bisu tercapainya prestasi yang menjadi impian tersebut.
Pasangan ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo harus menanti hampir lima bulan untuk kembali mendapatkan gelar turnamen berlevel Super Series. Terakhir mereka mengantongi gelar pada Malaysia Terbuka pada April 2017.
Bagi Marcus/Kevin, merebut gelar Jepang Terbuka 2017 setelah menumbangkan wakil tuan rumah Takuto Inoue/Yuki Kaneko dalam pertarungan dua gim selama 29 menit. Pertandingan berakhir dengan skor 21-12, 21-15, merupakan sesuatu hasil yang sangat berarti dari proses yang dijalani.
“Gelar ini sangat berarti buat kami berdua. Karena kemarin-kemarin sempat kalah terus, dan kami akhirnya bisa bangkit lagi. Jadi ini bagus buat menambah kepercayaan diri kami juga, ini sangat penting bagi kami berdua,” ujar Kevin.
Bagi pasangan Indonesia sendiri, gelar Jepang Terbuka ini merupakan gelar Super Series keempatnya untuk tahun 2017 selepas memenangkan gelar All England, India Terbuka dan Malaysia Terbuka.
Adapun di ganda putri Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi dari Jepang menjadikan gelar turnamen di rumahnya ini menjadi yang kedua di tahun 2017 ini setelah Australia Terbuka 2017. Gelar tersebut ternyata harus menunggu hampir tiga tahun untuk mengulangi sukses di negeri kelahirannya ini.
Pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio ini, memastikan diri kembali menjadi kampiun di rumahnya sendiri dengan menumbangkan duet Korea Selatan yang baru dipasangkan, Kim Ha Na/Kong Hee Yong, dengan dua gim langsung 21-18, 21-16.
Hasil ini sekaligus menjawab kegaruan pada posisi ganda putri terbaik dunia saat ini tersebut. Namun penampilan pasangan Korea juga harus mendapat kredit tersendiri, pasalnya sang pemain terbaik baru bisa mengunci kemenangan selepas bermain selama 56 menit.
“Final ini sangat kompetitif, lawan kami adalah penakluk pasangan China yang juara di Korea Terbuka pekan lalu. Mereka kuat dan agresif, namun kami yakin tentang kemampuan kami, ini luar biasa selepas mencapai semifinal di Korea pekan lalu kami juara di tanah air kami lagi,” ujar Takahashi.
Sementara itu, pemain Spanyol Carolina Marin akhirnya memperoleh gelar di Jepang Terbuka 2017 sebagai gelar perdananya di ajang Super Series setelah harus puasa gelar selama hampir dua tahun selepas Hong Kong Terbuka pada 2015.
Di final Jepang Terbuka 2017, Marin memastikan diri menjadi juara setelah menumbangkan wakil China He Bingjiao yang juga merupakan juara bertahan dengan dua gim langsung selama 53 menit dengan skor 21-21, 21-12.
“Saya harus bertarung habis-habisan hari ini, karena lawan sudah baik sejak awal laga. Tapi saya senang dengan hasil ini meski saya agak kecewa tidak bertemu Okuhara di semifinal karena dia mengalami cedera,” ujar Marin.
Sedangkan di tunggal putra, wakil Denmark Viktor Axelsen berhasil menjadi kampiun Jepang Terbuka 2017 usai menumbangkan pemain papan atas skaligus veteran asal Malaysia Lee Chong Wei 21-14, 19-21, 21-14, yang juga sekaligus menjadikan pemain Denmark yang terbaik di dunia saat ini.
Untuk hal tersebut di atas, Axelsen harus menunggu hingga pertemuannya yang kesebelas dengan Lee Chong Wei yang sudah mengantongi sembilan kemenangan di antaranya.
“Kalian dapat melihatnya, jika dia ingin menekan, dia dapat melakukannya, demikian juga ketika bertahan. Dia cukup stabil saat ini,” ujar Lee.
Adapun di ganda campuran, pasangan China baru Wang Yilyu/Huang Dongping berhasil menjadi kampiun di ajang Super Series untuk pertama kalinya, selepas mendapat hasil positif di Jepang Terbuka 2017.
Dalam merebut kepastian menjadi kampiun Jepang Terbuka 2017 tersebut, Wang/Huang menundukan wakil tuan rumah Takuro Hoki/Sayaka Hirota 21-13, 21-8 dalam pertarungan selama 33 menit.
“Ini hanya langkah awal kami dan saya ingin mempertaankan dan memperbaiki standar tinggi kami sehingga kami dapat menggapai impian kami menjadi nomor satu di dunia,” tutur Wang menegaskan. (Ant)