Masjid Kauman Yogya Potong Kurban Keluarga Cendana
YOGYAKARTA – Masjid Gede Kauman Yogyakarta menyembelih 12 ekor sapi dan 23 ekor kambing kurban pada hari raya Idul Adha 1438 Hijriyah, ini. Penyembelihan dilakukan pada Jumat (1/9/2017) pagi, seusai menunaikan ibadah Sholat Id. Hal itu dilakukan mengingat hari raya Idul Adha tahun ini jatuh pada Jumat, sehingga bersamaan dengan pelaksanaan sholat Jumat.

Sekretaris panitia kurban Masjid Gede Kauman Yogyakarta, Tony Kurniawan, mengatakan, di antara puluhan ekor hewan kurban yang akan disembelih itu terdapat sapi kurban keluarga besar Presiden Kedua RI, HM Soeharto. Sebagaimana tercantum di daftar Shohibul Qurban Sapi nomor urut 12, terdapat sejumlah nama, yakni Hj. Siti Hediati Haryadi Soeharto binti Soeharto (Titiek Soeharto), Ragowo Hediprasetyo bin Prabowo Subiyanto, HM Soeharto bin Kertosudiro, dan Hj Siti Hartinah binti Sumoharyomo.
Menurut Tony, sapi kurban Titiek Soeharto merupakan sapi jenis Houlstein (poang) atau sapi peranakan sapi Australia. Sapi berwarna kombinasi hitam dan putih ini menjadi sapi kurban terbesar di Masjid Gede Kauman.
“Sapi kurban Ibu Titiek Soeharto datang kemarin hari Rabu, malam. Jenisnya sapi poang, peranakan Australia. Ini merupakan sapi kurban terbesar di sini. Beratnya hampir satu ton lebih,” katanya, sembari mengimbuhkan, jika Titiek Soeharto setiap tahunnya memang selalu berkurban di Masjid Kauman.

Selain kurban dari Titiek Soeharto, Masjid Gede Kauman juga menerima kurban dari Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. Sapi Jawa warna putih milik Sultan juga merupakan sapi yang berbobot besar yang diperkirakan hampir 1 ton.
Sementara guna melaksanakan proses penyembelihan, panitia kurban Masjid Gede Kauman Yogyakarta menyiapkan 5 tim jagal. Adapun daging kurban nantinya akan dibagikan kepada warga sekitar serta kepada sebanyak 400 lebih pemohon di berbagai daerah di DIY dan sekitarnya.
Selain di Masjid Gede Kauman, Titiek Soeharto juga diketahui memberikan 12 hewan kurban kambing yang tersebar di berbagai tempat di seluruh kabupaten dan kota di DIY. Yakni di Ponpes Mlangi sebanyak 2 ekor, Ponpes Nurul Ummah Kotagede sebanyak 1 ekor, Ponpes Lempuyangan 1 ekor, DPD Partai Golkar Bantul 1 ekor, Fraksi Partai Golkar dan DPD Partai Kulonprogo masing-masing 1 ekor, DPD Partai Golkar Kota Yogyakarta 1 ekor dan DPD Partai Golkar Sleman 1 ekor dan di tempat lain di wilayah Sleman 2 ekor serta di Desa Kebonagung, Imogiri, Bantul 1 ekor.
Sebelumnya, dalam sebuah kunjungan kerjanya di Bantul, Titiek Soeharto telah jauh hari mengingatkan, agar jangan ada impor daging sapi maupun sapi hidup. Ia juga menekankan jangan ada pemotongan sapi betina untuk menjaga populasi. “Kita harus sudah stop impor sapi dan bisa swasembada protein. Baik saat kurban maupun saat hari biasa,” katanya.