MAUMERE – Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka untuk tahun 2017 akan mendapatkan bantuan 11 tenaga kesehatan lewat Program Kesehatan Penugasan Khusus yang akan ditempatkan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang berada di daerah terpencil guna mengatasi kekurangan tenaga kesehatan di Kabupaten Sikka.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, dr. Maria Bernadina Sada Nenu, MPH, kepada Cendana News Jumat (22/9/2017) di kantornya, terkait bantuan tenaga kesehatan untuk mengisi kekurangan yang ada di setiap Puskesmas.
Dikatakan Maria, untuk program Nusantara Sehat, khusus untuk tim Kabupaten Sikka tidak mendapat bantuan tenaga kesehatan dari Kementrian Kesehatan RI sebab Kabupaten Sikka bukan merupakan kategori daerah tertinggal.
“Kita di Sikka tidak dapat program Nusantara Sehat tetapi hanya untuk program Penugasan Khusus berdasarkan proposal yang kami ajukan ke Kementrian kesehatan RI sebab Sikka bukan termasuk kategori daerah tertinggal,” ujarnya.
Maria menambahkan, 11 tenaga kesehatan tersebut akan mulai bertugas bulan Oktober 2017. Sebelumnya akan dilakukan pembekalan oleh Kementrian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi NTT terlebih dahulu di akhir bulan September 2017 ini.
Tenaga kesehatan tersebut terdiri atas 3 dokter gigi, 3 dokter umum, petugas laboratorium 2 orang, Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) 2 orang, serta 1 orang petugas gizi yang akan ditempatkan di Puskemas Lekebai dokter gigi dan analis, Puskesmas Boganatar dokter gigi dan analis, Puskesmas Paga dokter umum, Puskesmas Bola dokter umum dan SKM, Puskesmas Watubaing dokter umum dan gizi serta Puskesmas Habibola mendapatkan dokter gigi.
Sementara itu, Margaretha Endang Setiawati dari bagian Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka kepada Cendana News menjelaskan, dengan adanya penambahan tenaga kesehatan ini maka dari 23 puskesmas yang ada di kabupaten Sikka hanya satu Puskesmas saja yang tidak memiliki dokter yakni Puskesmas Tuanggeo di pulau Palue.
Semua tenaga kesehatan tersebut kata Endang akan mendapat gaji dari Kementrian Kesehatan RI dan akan bertugas selama 2 tahun serta bisa diperpanjang kembali dan selama berada di Sikka pemerintah kabupaten Sikka akan menyiapkan tempat tinggal di sekitar Puskesmas baik di mess dokter maupun di rumah dinas lainnya.
“Untuk tenaga perawat dan bidan di semua Puskesmas sudah mencukupi hanya saja kami masih kekuranagan tenaga dokter dan tenaga penunjang seperti analis dan rekam medis,” terangnya.
Penempatan tenaga kesehatan dari Kementrian Kesehatan tersebut, beber Endang, berdasarkan analisis ketenagakerjaan tahun 2016 dan penempatannya hanya pada puskesmas yang berada di daerah terpencil saja.
“Saat ini juga sedang dibuka lowongan untuk tenaga kesehatan penugasan khusus, bagi yang sudah berkeluarga pun boleh memasukkan lamaran ke Kementrian Kesehatan RI untuk ditempatkan di daerah asalnya,” ungkapnya.
