Seminggu Sekali, Dinkes Sikka Obati Gratis Napi
MAUMERE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sikka seminggu sekali setiap hari Rabu melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) atau Narapidana (Napi) di Rumah Tahanan (Rutan) Maumere.
“Seminggu sekali selama 2 jam sejak jam 10.00 WITA kami lakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rutan Maumere, melibatkan seorang dokter dan tiga petugas kesehatan,” ungkap dr. Marieta Letisia Dua Weni kepala Puskesmas Beru.
Saat ditemui Cendana News di Rutan Maumere Rabu (8/11/2017), Mersi sapaannya menjelaskan, kalau penyakit menular dan perlu penanganan lebih lanjujt maka warga binaan tersebut akan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) TC Hillers Maumere agar bisa dilakukan diagnosa dan dilakukan pengobatan lebih lanjut.
“Penyakit yang paling banyak diderita para warga binaan yakni hipertensi atau darah tinggi dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tapi yang paling sering ditemukan biasanya pegal-pegal dan kurang darah karena tidur di lantai,” terangnya.
Ketersediaan obat-obatan, kata Mersi, cukup sebab selain disiapkan oleh Rutan Maumere juga dibantu dari Puskesmas Beru sehingga warga binaan yang memerlukan obat bisa mendapatkan secara gratis namun dosisnya harus sesuai.
“Memang kami sudah ada kerjasama dengan pihak Rutan Maumere sehingga pelayanan kesehatan ini rutin dilakukan. Ini juga sebagai salah satu bentuk pelayanan yang diberikan negara kepada para warga binaan,” ungkapnya.
Kepala Rutan Maumere Parman Seran, SH yang ditanya Cendana News mengakui, pihaknya merasa terbantu dengan pelayanan kesehatan. Aktivitas pelayanan kesehatan tersebut pihaknya menyiapkan tempat di ruangan besuk yang lebih luas.
Parman menambahkan, bila ada narapidana yang ditemukan menderita penyakit berat dan perlu dirawat di rumah sakit maka pihaknya akan melakukan rujukan ke rumah sakit. Tentu selama menjalani perawatan pasien tersebut tetap harus dijaga petugas keamanan.
“Selama ini kalau memang ada pasien yang mengalami sakit kami akan bawa ke rumah sakit untuk dicek penyakitnya. Bila perlu mendapat perawatan maka tentu narapidana tersebut harus dirawat hingga sembuh,” ungkapnya.
