Tingkatkan Layanan Kesehatan, Desa Kelaten Siagakan Ambulans Gratis
LAMPUNG – Pelayanan kesehatan menjadi salah satu prioritas Desa Kelaten Kecamatan Penengahan dalam berbagai aspek mulai dari pelayanan kesehatan tingkat anak-anak melalui kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Pos Kesehatan Mayasrakat Desa (Poskesdes) serta berbagai program kesehatan lain melalui penyuluhan dan penyiapan fasilitas serta sarana kesehatan.
Kepala Desa Kelaten, Joniamsyah mengungkapkan, beberapa upaya meningkatkan derajat kesehatan warganya dilakukan dengan sosialisasi Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bekerjasama dengan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Puskesmas Rawat Inap Penengahan. Program PHBS tersebut salah satunya dalam penyediaan jamban sehat sehingga pada tahun 2015 dipastikan Desa Kelaten telah menjadi desa yang 100 persen warganya memiliki jamban sehat.

Berbagai program lain di antaranya pemberdayaan masyarakat, data penduduk, pelayanan kesehatan anak termasuk KB hingga jenjang pendidikan warganya bahkan secara sistematis terpampang di kantor desa untuk memudahkan masyarakat mengetahui data tentang desa tersebut. Kerapian dan pengelolaan desa tersebut berhasil menorehkan prestasi sebagai juara harapan I lomba kesatuan gerak pendidikan kesejahteraan keluarga (Kesrak PKK) tingkat Provinsi Lampung.
Hasil lomba harapan I Kesrak PKK tingkat Provinsi Lampung berupa uang pembinaan selanjutnya dialokasikan dalam bentuk pembelian fasilitas program jambanisasi sebanyak 100 KK sehingga pada 2015 desa tersebut telah sukses dalam kegiatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sehingga terbebas dari adanya masyarakat melakukan aktifitas buang air besar sembarangan.
Gencarnya sosialisasi PHBS dengan kebersihan lingkungan, penyediaan tanaman obat keluarga didukung banyaknya keberadaan Poskesdes di samping kantor desa membuat layanan kesehatan lebih mudah menjangkau warga yang berjumlah sebanyak 1115 KK dengan jumlah sebanyak 5000 jiwa. Sebanyak 3 Posyandu bahkan disiapkan dan aktif melayani balita serta ibu hamil dengan melayani beberapa dusun yang ada di desa tersebut.
Peningkatan layanan kesehatan di tingkat desa melalui program sosialisasi PHBS dan program lain juga terus dikembangkan dengan kebutuhan masyarakat dalam penggunaan fasilitas kesehatan yang akan digunakan sewaktu-waktu salah satunya fasilitas mobil ambulans.

“Ambulans gratis merupakan inisiatif masyarakat dan kendaraan ambulans disiagakan di rumah kepala desa untuk memudahkan perawatan sementara pusat layanan dan pengemudi selalu siaga kapan pun dibutuhkan,”beber Joniamsyah.
Kehadiran ambulans gratis tersebut diakui Joniamsyah yang menjabat kepala desa selama dua periode telah dirasakan manfaatnya oleh warga yang akan melahirkan, warga lanjut usia, sakit serta warga yang harus dibawa ke rumah sakit tapi tidak memiliki kendaraan. Selain gratis Joniamsyah menyebut ambulans bisa dipergunakan bagi warga desa lain diantaranya Desa Ruang Tengah dan Desa Pasuruan yang memanfaatkan fasilitas ambulans gratis tersebut.
Layanan masyarakat berupa ambulans gratis tersebut bahkan disiapkan call center yang dimiliki setiap kepala dusun sehingga bisa menghubungi petugas saat diperlukan dengan nomor pusat panggilan: 081272491004 dan 085268217623. Fasilitas ambulans yang nyaman tersebut akan ditingkatkan dengan penambahan tabung oksigen dan juga tempat tidur yang nyaman.
“Selain digunakan untuk wilayah Lampung Selatan ambulans gratis desa kami bahkan pernah melayani keluarga yang sakit untuk dibawa ke luar Kabupaten di Lampung Timur,” beber Joniamsyah.
Sejak hadirnya mobil ambulans gratis tersebut berdasarkan buku register penggunaan ambulans tercatat sudah sebanyak 40 lebih warga yang mempergunakan fasilitas ambulans yang didominasi dari keluarga-keluarga yang tidak mampu jika harus menyewa kendaraan sewaan. Ia berharap keberadaan ambulans gratis bisa dimanfaatkan masyarakat untuk memudahkan pelayanan kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya besar terutama bagi warga kurang mampu secara ekonomi.
