Guru SDN 3 Sukabaru Kreatif Gunakan Media Pembelajaran

LAMPUNG – Keterbatasan sekolah dalam ketersediaan sarana kegiatan belajar mengajar berupa ruang belajar dan kegiatan olahraga untuk para siswa SDN 3 Sukabaru Kecamatan Penengahan tidak menyurutkan semangat guru di sekolah tersebut untuk mencerdaskan anak bangsa.

Mas Hendro selaku guru bidang studi pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan menyebut, saat ini sekolah tersebut memiliki keterbatasan sarana olahraga baik lapangan sepakbola, bola voli, dan tenis meja akibat keterbatasan lahan ditambah dengan kekurangan ruang kelas baru (RKB).

Keterbatasan sarana ruang belajar salah satunya diakui oleh Mas Hendro dengan penggunaan ruang perpustakaan yang disulap menjadi ruang kelas 3 B untuk sebanyak 20 siswa sementara 20 siswa lain belajar di ruang kelas biasa. Penggunaan perpustakaan sebagai kelas bahkan dilakukan akibat belum adanya bantuan ruang kelas baru untuk sekolah tersebut yang memiliki total sebanyak 193 siswa dengan rombongan belajar sebanyak 8 kelas.

“Keterbatasan tersebut saat ini tidak menyurutkan semangat siswa untuk belajar bahkan sampai saat ini tak perlu ada kelas yang disekat karena bisa memanfaatkan ruang perpustakaan,” ujar Mas Hendro, guru bidang studi pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan saat ditemui Cendana News didampingi beberapa guru lain di SDN 3 Sukabaru, Sabtu (23/9/2017).

Keterbatasan ruang kelas tersebut diakui oleh Haiyun, salah satu guru kelas 3 mengungkapkan, saat ini perpustakaan yang digunakan sebagai ruang kelas memiliki koleksi sekitar 7000 buah buku bacaan berbagai jenis dengan tambahan bantuan dari dana alokasi khusus penambahan buku bacaan sekitar 2100 buku.

Tambahan buku bacaan untuk siswa SDN 3 Sukabaru tersebut diakui Haiyun saat ini belum bisa diletakkan di puluhan rak buku akibat keterbatasan lokal perpustakaan yang saat ini sementara waktu dipergunakan sebagai ruang kelas untuk belajar. Kondisi tersebut bahkan sudah berlangsung selama bertahun-tahun sehingga para siswa dan guru rela belajar dengan konidisi ruang kelas yang sempit.

“Kalau jumlah buku ribuan buah sudah sangat memadai untuk kebutuhan para siswa dalam membaca termasuk proses peminjaman untuk dibaca di rumah hanya saja fasilitas rak buku yang kurang,” ungkap Haiyun.

Kreativitas guru dalam mempergunakan ruang belajar di SDN 3 Sukabaru yang dipimpin Kepala Sekolah Drs. Mariani Panggabean tersebut dilakukan oleh Mas Hendro selaku guru bidang studi pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan dengan membuat alat-alat tradisional yang bisa dipergunakan sebagai media belajar.

Mainan tradisional egrang. [Foto: Henk Widi]
Selama satu pekan terakhir ia meminta siswa-siswanya untuk membuat mainan tradisional berupa egrang atau dalam bahasa Lampung khol-kholan serta holahop terbuat dari bambu yang dibentuk menjadi lingkaran. Alat egrang tersebut diakui Mas Hendro bisa menjadi sarana olahraga keseimbangan yang dibuat guna mendukung proses belajar mengajar.

“Selain bisa dipergunakan di sekolah permainan egrang bisa dipergunakan sebagai sarana bermain di rumah saat di luar jam sekolah,” terang Mas Hendro.

Pembuatan egrang sebagai sarana olahraga tersebut diakui Mas Hendro mendapat dukungan dari orangtua karena dengan adanya permainan olahraga membuat anak-anak berkurang dalam bermain gawai dan menonton televisi sehingga anak tidak banyak beraktivitas di luar. Pembuatan permainan egrang bahkan menjadi salah satu sarana bersosialisasi bersama anak-anak sebaya di desa tersebut dan menjadi media pembelajaran yang mudah dibuat.

Mas Hendro, guru bidang studi olahraga dan kesehatan. Foto: [Henk Widi]
Lihat juga...