Cegah Masalah Kesehatan SMP Muhamadiyah Penengahan Lakukan Prosedur Khusus Bersihkan Sampah

LAMPUNG Musim kemarau yang masih melanda wilayah Lampung sebagian mulai berimbas pada kesehatan. Gangguan kesehatan yang kerap terjadi ialah pada pernapasan yang ditimbulkan akibat debu beterbangan.

Upaya mencegah permasalahan kesehatan SMP Muhamadiyah Kecamatan Penengahan melakukan standar khusus bagi para siswa yang melakukan piket harian membersihkan lingkungan khususnya di area halaman sekolah yang berpotensi menimbulkan debu.

Supril Husin, S. Pdi, Wakil Kepala Sekolah SMP Muhamadiyah Penengahan mengungkapkan kegiatan menjaga kebersihan lingkungan sekolah melalui aktivitas rutin piket kebersihan dilakukan secara terjadwal harian, mingguan diikuti oleh setiap kelas dari kelas XII, XIII dan IX. Selain halaman sekolah beberapa ruang kelas, musala, ruang guru selalu rutin dibersihkan setiap hari menjaga suasana sekolah tetap rapi dan bersih.

“Selain dibagi dalam kelompok kelompok kecil setiap siswa memiliki kewajiban menjaga kebersihan dengan jadwal yang sudah ditentukan sehingga ada tanggungjawab untuk membersihkan lingkungan,” terang Supril Husin kepada Cendana News tengah mengawasi para siswa yang tengah membersihkan sampah di halaman sekolah, Jumat (22/9/2017).

Sebagai sekolah swasta dengan berbasiskan agama Islam Supril menanamkan dalam diri para siswa bahwa kebersihan merupakan pangkal dari iman yang diwujudkan dalam kehidupan sehari hari termasuk di lingkungan sekolah.

Rasa memiliki lingkungan sekolah tersebut juga diwujudkan dalam kegiatan piket dan penyediaan tempat sampah dan tempat cuci tangan yang dilengkapi dengan sabun dan lap tangan.

Khusus selama musim kemarau dengan dampak area sekolah yang ditumbuhi pepohonan jenis mahoni, albasia, jati dan pohon peneduh yang berguguran menimbulkan sampah daun pihak sekolah bahkan menerapkan standar khusus dalam penanganan sampah.

Menurut Supril Husin penanganan khusus tersebut dilakukan agar sampah tetap bisa dibersihkan tanpa menimbulan debu yang beterbangan di lingkungan sekolah dan mengganggu pernafasan.

“Selama musim hujan kita tidak kuatir saat menyapu muncul debu namun saat kemarau potensi debu lebih tinggi sehingga perlu cara khusus selama kemarau ini mulai dari pra dan pasca piket,” beber Supril.

Penanganan pra piket dilakukan dengan meminta para siswa menyiram halaman dengan air untuk menghilangkan debu sehingga saat disapu debu tidak beterbangan.  Siwa ajib menggunakan masker selama piket dan sampah dibuang di lubang khusus tanpa dilakukan pembakaran yang berimbas asap mengganggu kesehatan.  Selain itu sampah juga bisa digunakan untuk pupuk kompos.

Air yang disiramkan di halaman bahkan dialuinya mencegah debu beterbangan ke area kantin yang menjual makanan bagi siswa sekolah yang mempunyai areal hampir setengah hekatare untuk  menghindari penyakit selama kemarau.

Penanganan khusus menjaga kebersihan lingkungan selama kemarau tersebut selain menghindari anak anak dari batuk, flu serta infeksi saluran pernafasan atas sekaligus menanamkan kedisiplinan para siswa.

Bagi siswa yang melanggar disiplin datang terlambat ke sekolah yang dimulai pukul 07.00 diawali dengan salat duha berjamaah tersebut bahkan diberi hukuman (punishment) dengan membersihkan sampah di halaman sekolah.

“Selain menanamkan para siswa untuk menjaga lingkungan sekolah para siswa juga diminta menjaga kelas masing masing dengan penyediaan sarana kebersihan dan kewajiban mencuci tangan sebelum belajar, ” tutur Supril.

Upaya menjaga kebersihan lingkungan bekerjasama dengan Unit Pelaksana Tekhnis Dinas Kesehatan Puskesmas Penengahan juga dilakukan dengan penyuluhan kesehatan bagi para siswa sesuai jadwal berupa sosialisasi pola hidup bersih dan sehat.

SMP Muhamadiyah diakui juga mencanangkan lingkungan sekolah sebagai kawasan tanpa rokok mencegah bahaya rokok bagi kesehatan.

Para siswa membersihkan sampah daun gugur untuk dibuang ke lubang sampah/Foto: Henk Widi.

 

Lihat juga...