Cak Narno: TMII Implementasikan Budaya dalam Kekuatan Ibadah
JAKARTA — Pemandu Anjungan Jawa Timur, Munarno mengaku bangga dengan ide cemerlang Ibu Tien Soeharto, pemakarsa Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
“Ide cemerlang Ibu Tien hadirkan miniatur anjungan seluruh provinsi Indonesia sangat mengagumkan, dan sangat bermanfaat bagi kita semua, khususnya pelaku seni budaya atau budayawan,” kata Cak Narno demikian sapaannya kepada CendanaNews, Minggu (10/9/2017).
Terbukti, kata dia, TMII setiap mengelar acara seperti Parade Tari, Karnaval Budaya, dan Teater Budaya selalu bertaraf nasional dengan mengundang 34 provinsi untuk tampil di ajang tersebut. Dalam ajang tersebut, setiap provinsi bisa mengenalkan dan mempromosikan potensi seni budayanya masing-masing.
Cak Narno juga menegaskan, bahwa TMII ini wahana edukasi pelestarian yang paling bagus dibandingkan dengan objek wisata lainnya di Indonesia, bahkan dunia.
TMII, menurut Cak Narno, penyemat kekuatan ibadah. Karena tidak hanya pemersatu seni budaya seluruh Indonesia tapi pancaran religi juga hadir di sini. Ibu Tien telah sukses mengimplentasikan budaya dalam kekuatan ibadah, saya bangga kepada almarhumah.
Kekuatan ibadah, jelas pria kelahiran Surabaya 53 tahun ini, filosofinya seni budaya itu adalah warisan nenek moyang atau leluhur yang memiliki karya adi luhung bangsa. Maka itu kalau tugas anak bangsa adalah melestarikan budaya itu.
“Ibu Tien telah sukses mengimplentasikan budaya dalam kekuatan ibadah. Saya bangga kepada almarhumah, yang berjiwa luhur melestarikan seni dan mempersatukan religi dalam satu wadah yaitu TMII. Semoga Allah SWT memberikan berkah untuk almarhumah,” tukasnya.
Kebanggaan lainnya yang dirasakan Cak Narno adalah dengan adanya TMII ini bisa menampung banyak tenaga kerja.
Sebagai arek Surabaya, dirinya tidak menyangka bisa bekerja di TMII, menjadi pemandu di Anjungan Jawa Timur. Tahun 1984, Cak Narno mulai kerja di anjungan tersebut, dan mengaku kerap tampil di Istana Negara atas undangan Presiden Soeharto dan Ibu Tien. Dalam pertemuan di Istana, Ibu Tien selalu berpesan untuk terus melestarikan budaya Jawa Timur, terkhusus lagi semua seni budaya Indonesia yang ada di TMII.
“Saya tidak menyangka bisa kerja di TMII. Coba kalau saya di Surabaya, mana mungkin mengenal budaya seluruh Indonesia, bahkan orang-orangnya. Sekali lagi saya katakan, saya bangga ide cemerlang Ibu Tien, Ibu bangsa pelestari budaya,” pungkas Cak Narno.