MEDAN – Volume angkutan barang kereta api Sumatera Utara hingga Agustus 2017 naik 20 persen dibandingkan periode sama 2016.
Catatan dari PT KAI Divre I Sumut, pada Januari-Agustus 2016, volume angkutan barang masih 419.777 ton, sedangkan periode sama tahun 2017 sebanyak 503.277 ton. “Jika dibandingkan ada kenaikan 20 persen,” ujar Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Divre I Sumut M Ilud Siregar, Minggu (24/9/2017).
Sementara jika dilihat dari data persemester, hingga semester I 2017, volume angkutan barang KAI Sumut masih naik 12 persen dibandingkan periode sama 2016 atau menjadi 344.106 ton.
Angkutan barang KAI masih didominasi crude palm oil (CPO). Selain CPO, barang yang diangkut KAI berupa bahan bakar minyak, lateks, barang antaran penumpang dan peti kemas. Sementara dengan mempertimbangkan potensi yang ada, seharusna manajemen KAI bisa meningkatkan volume barang yang diangkut.
Selain meningkatkan kerja sama dengan perusahaan, KAI meningkatkan pelayanan termasuk menambah angkutan kereta barang dan membuka rute baru. “Kami baru saja menambah gerbong kereta api untuk angkutan barang bersamaan dengan penumpang,” tambahnya.
Adanya Pelabuhan Kuala Tanjung dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei diharapkan menjadi salah satu pendorong kenaikan volume barang yang diangkut KAI. (Ant)