WTM Pantau Kegiatan Hutan Kemasyarakat di Mapitara
MAUMERE –— Untuk manjaga dan memantau agar pengelolaan kawasan hutan untuk lahan pertanian berdasarkan skema Hutan Kemasyarakat (HKm) yang sudah disepakati di mana pembagian lahan bagi 90 petani dimana setiap orang mendapatkan lahan seluas 2.500 meter persegi.
Demikian disampaikan Direktur Wahana Tani Mandiri (WTM) Carolus Winfridus Keupung saat ditemui Cendana News di kantornya, Senin (7/8/2017) terkait pengelolaan kawasan hutan lindung untuk lahan pertanian.
Dikatakan Win sapaannya, ksemua pihak perlu kembali melihat pengelolaan kawasan Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang sudah mulai berjalan di Desa Egon Gahar. Pengelolaan ini melibatkan 4 kelompok tani yang mana pedoman pengelolaan HKm juga sudah disepakati.
“Kita semua perlu mengamankan kawasan hutan ini karena kawasan ini sangat bermanfaat untuk seluruh warga Kabupaten Sikka. Oleh karena itu, kami dari WTM menempatkan staf di sini agar HKm di sini lebih aktif agar kita bisa bergerak maju,” ungkapnya.
Ada beberapa pembersihan lahan dan penanaman sebut Win mulai berjalan dan WTM juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah desa agar skema HKm yang sedang berjalan ini terus dijaga.
Dirinya berharap ke depannya pemantauan dan monitoring menjadi tugas pemerintah desa dan juga komunikasi yang sudah dibangun dengan UPT-KPH yang selama ini terjaga baik terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Kami memberi apreseasi terhadap dinamika yang sedang terjadi dan memang terasa lebih rumit di awal tetapi saya senang karena sudah mulai berjalan,” tuturnya.
Menurut mantan Direktur Walhi NTT ini, tanggung jawab penyelamatan hutan ini bukan hanya tanggung jawab pemeriintah tetapi tanggung jawab warga dan semua masyarakat sebab ini berdampak positif pada pengelolaan dan kehidupan terutama kesejahteraan.
Yanvitalis Yulius, kepala Desa Egon Gahar mengulas bahwa HKm itu prosesnya panjang dimana sejak 2013, pengelolaannya tidak berjalan namun sejak ada pendampingan dari WTM pengelolaan HKm mulai berjalan baik di wilayah Popo Regang dan Wolon Busur.
Yanvitalis berterima kasih karena WTm sudah membawa tim dari CEPF dan Burung Indonesia untuk melihat langsung kondisi pengelolaan HKm di Desa Egon Gahar sehingga bisa mengetahui secara langsung kondisi yang terjadi.

Sedangkan Daniel Rorberg, Grand Director CEPF Amerika mengatakan, dengan turun ke lokasi dirinya bisa mengetahui apa yang dikerjakan oleh WTM dan anggota kelompok tani dan pengelolaan HKm di Desa Egon Gahar, Kabupaten Sikka.
“Saya bisa datang langsung dan melihat langsung, karena kesannya lebih enak sebab kami percaya bahwa lingkungan dan manusia itu penting serta kemitraan di antara dinas dan masyarakat pada akhirnya hasilnya lebih baik sehingga saya mendukung kegiatan ini dengan senang hati,” sebutnya.