Sinergitas Jadi Kunci Sukses Posdaya Migunani Berdayakan Masyarakat

YOGYAKARTA — Terletak di sisi sebelah utara Yogyakarta, dusun Plalangan, desa Pendowoharjo, Sleman, merupakan salah satu kawasan percontohan. Melalui Pos Pemberdayaan Masyarakat (Posdaya) Migunani, daerah tersebut terbukti mampu mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih mandiri dan berdaya.

Didirikan sejak 2013 silam, Posdaya Migunani dusun Plalangan telah banyak menuai prestasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sejumlah program pemberdayaan yang dimiliki. Bahkan, mengantarkannya meraih Damandiri Award atau posdaya terbaik tahun 2016.

Ketua Posdaya Migunani, Agus Setyanta menyebutkan, kekompakan dan sinergitas semua komponen masyarakat menjadi kunci untuk memberdayakan warganya. Salah satunya dengan mensinergikan kelompok keluarga pra sejahtera dengan keluaga sejahtera I, II maupun III.

“Adanya Posdaya ini menjadikan berbagai program pemberdayaan yang awalnya terpisah-pisah dan jalan sendiri-sendiri, menjadi satu dalam sebuah naungan. Dengan begitu berbagai program dapat berjalan lebih maksimal,” katanya sembari menambahkan Posdaya Migunani terbentuk melalui KKN Tematik Universitas Janabadra Yogyakarta tahun 2013.

Sinergitas semua komponen masyarakat melalui kerjasama antara pemangku kepentingan, akademisi, hingga pemerintah yang bersatu padu, mampu menurunkan angka kemiskinan warga dusun. Jika di tahun 2015 jumlah keluarga pra sejahtera di dusun Plalangan ada sebanyak 17 orang, saat ini jumlahnya menurun hanya tinggal 7 keluarga saja.

Ketua Posdaya Migunani, Agus Setyanta/foto: Jatmika H Kusmargana

Berbagai program pemberdayaan dilakukan. Di bidang lingkungan warga diajak untuk mengelola sampah serta melakukan intensifikasi pekarangan dengan penanaman tanaman obat keluarga atau toga, sayur-sayuran, tanaman buah hingga kolam ikan maupun ternak ayam untuk mencukupi kebutuhan gizi sehari-hari.

Di bidang pendidikan terdapat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), serta Tangga Bocah yang mengenakan anak-anak untuk peduli pada lingkungan sosial, budaya serta agama. Di bidang kesehatan, mulai dari posyandu balita, posyandu lansia, bina keluarga remaja, dan sejumlah program lainnya.

Di bidang ekonomi, pemberdayaan dilakukan dengan mengajak keluarga pra sejahtera memulai usaha kelompok dengan warga lainnya yang berasal dari keluarga sejahtera I, II maupun III. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri keluarga pra sejaktera. Selain juga memberikan kesempatan di lingkungan baru yang lebih produktif.

“Kita ingin mengubah pola pikir warga, bahwa kemiskinan itu bukan takdir. Tapi lebih pada kesempatan dan budaya kurang produktif. Diubah dengan meningkatkan kepercayaan diri, memberi akses dan lingkungan yang lebih produktif. Sementara bagi keluarga sejahtera III kita ajak untuk peduli dan mau berbagi dengan keluarga yang kurang mampu,” katanya.

Selain mendirikan kelompok ekonomi, seperti UMKM Batik, kelompok tani, ternak, Posdaya Migunani juga mengembangkan berbagai usaha yang berbasis perorangan seperti pembuatan getuk, peyek kerajinan. Yakni dengan memberikan tambahan modal Rp500ribu untuk pengembangan, berupa pinjaman tanpa bunga. Dana yang juga digunakan untuk berbagai stimulan kegiatan warga termasuk koperasi simpan pinjam tersebut beradal dari bantuan Yayasan Damandiri tahun 2016 silam.

“Kita juga selalu melibatkan setiap pelaku usaha baik individu maupun kelompok yang ada di dusun Plalangan ini dalam setiap pameran ataupun kegiatan di lingkup Kelurahan, Kecamatan atau Kabupaten. Kita bahkan dikukuhkan sebagai kawasan sentra batik Kabupaten Sleman,” katanya.

Selain menjadi inspirasi model pemberdayaan di tingkat desa, dusun Plalangan dengan Posdaya Migunani ternyata mampu menarik minat warga dari berbagai daerah lain untuk datang dan belajar. Tak hanya dari wilayah DIY dan Jawa saja, namun juga dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan mancanegara.

Lihat juga...