Satu Juta Rumah Kurangi Backlog Tiap Tahun

BALIKPAPAN — Program Sejuta Rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo, diyakini mengurangi jumlah kekurangan rumah (backlog) setiap tahunnya. Hingga 2019, harapannya dapat  berkurang sekitar 2,4 juta.

Wakil Kordinator Sejuta Rumah Kementerian PUPR, Sugiharjo, mengatakan hasil dari program sejuta rumah mulai terlihat. Pada 2015 lalu terbangun 600 ribu unit rumah, 2016 terdapat 805 ribu rumah dan tahun ini sudah 503 ribu pada bulan Juli, kemarin.

“Tidak mungkin habis backlog-nya, tapi mengurangi. Kami optimis Desember nanti satu juta rumah akan tercapai,” katanya usai Forum Pendataan Sejuta Rumah, Kamis (10/8/2017).

Dia menjelaskan, program sejuta rumah juga harus didukung seluruh stakeholder dengan kerja keras, agar hasilnya juga tercapai. Karena itu, semua daerah bekerjasama untuk menyusun data pembangunan rumah dan kebutuhan rumah.  “Target satu juta rumah ini tidak sedikit, banyak sekali, tapi kalau semua kerja sungguh-sungguh dan didukung semua sektor hasilpun sudah mulai kelihatan,” ungkapnya.

Sugiharjo menyebut, backlog hunian berkisar 7,4 juta rumah. Sedangkan backlog kepemilikan jauh lebih besar mencapai 13 juta. “Kalau ngomong kepemilikan jauh lebih besar. Makanya, kita tidak singgung backlog kepemilikan, yang jelas backlog hunian dulu kita selesaikan. Kita maksimalkan orang bisa menghuni rumah,” ujarnya.

Menurutnya pula, dari realisasi unit yang sudah terbangun itu merata, karena pembangunan dilakukan secara merata. “Kita tidak ngomong Indonesia bagian mana, tapi yang jelas realisasinya merata semua daerah,” tandasnya.

Sementara itu, Kaltim mampu merealisasikan pembangunan rumah  11.600 unit. Dengan jumlah backlog sekitar 170-200 ribu rumah.

Lihat juga...