LOMBOK BARAT – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat, memberikan bantuan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) di 10 kecamatan yang memiliki kemauan memanfaatkan pekarangan sebagai lahan bercocok tanam sayur-mayur.
“Bantuan tersebut sebagai bentuk apresiasi dan dukungan pemerintah daerah kepada kelompok perempuan yang punya kemauan mendukung Program Pemanfaatan Pekarangan,” kata Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid, di Gerung, Kamis (10/8/2017).
Bantuan yang diberikan kepada 10 KWT, di antaranya bibit cabai, tomat, terong panjang, labu kuning, seledri, pohon sawo. Selain itu, peralatan bercocok tanam, seperti semprot, cangkul, pupuk kompos. Menurut Fauzan, pemanfaatan pekarangan untuk tanaman sayuran sangat berarti bagi kelangsungan hidup manusia. Tanaman itu berfungsi untuk menyuplai gizi keluarga serta mendukung ketahanan pangan rumah tangga dan bisa menambah penghasilan.
Ia menambahkan, dengan memanfaatkan pekarangan untuk menanam cabai, para ibu rumah tangga tidak perlu pusing pada saat harga komoditas itu mencapai Rp100 ribu per kilogram. “Malah, ibu-ibu bisa terbantu ekonominya dari cabai yang dihasilkan. Bisa juga menjadi amal jariah dengan cara menyedekahkan kepada tetangga,” ujar pria yang akrab disapa Ojan ini.
Ia mengatakan pula, program tersebut menjadi salah satu solusi tepat ketika harga barang kebutuhan mengalami kenaikan. Permasalahan keuangan keluarga akibat kenaikan harga dapat terbantu dengan penanaman tanaman produktif di pekarangan.
Pemanfaatan lahan pekarangan rumah tangga, lanjut Ojan, juga sebagai salah satu alternatif dalam mewujudkan kemandirian pangan rumah tangga. “Kebutuhan pangan dan gizi keluarga tidak perlu menjadi masalah dengan memanfaatkan pekarangan. Bahkan, pendapatan rumah tangga akan bertambah,” katanya.
Ia berharap, melalui Program Pemanfaatan Pekarangan bisa menjadi salah satu cara mengentaskan kemiskinan yang saat ini sebesar 17,38 persen dari total penduduk Kabupaten Lombok Barat sekitar 700 ribu jiwa.
“Kami mentargetkan penurunan angka kemiskinan sebesar 2-3 persen per tahun melalui berbagai program. Salah satunya pemanfaatan pekarangan melibatkan ibu rumah tangga,” ujarnya. (Ant)