Jelang Idul Adha, Pebisnis Jual Beli Ternak Alami Kenaikan Permintaan
LAMPUNG – Para pelaku bisnis jual beli ternak di wilayah Lampung Selatan mulai mengalami jumlah permintaan akan hewan kurban meliputi ternak kambing dan sapi yang dijual kepada konsumen jelang hari raya Idul Adha atau Idul Kurban tahun ini.
Hal itu ditunjukkan dengan sudah banyak dipesannya hewan kurban yang dimiliki oleh para pedagang. Sobri, belantik ternak sapi menyebut, sejak sebulan sebelum Idul Adha dirinya sudah mulai mencari ternak sapi dari para pemilik ternak yang berniat menjual ternak untuk dijadikan hewan kurban yang selanjutnya akan dijual kembali. Ia menyebut, menyediakan sebanyak 10 ekor sapi dan 60 ekor kambing yang dijual pada sejumlah pasar hewan dan membuat kios-kios dadakan di tepi Jalan Lintas Sumatera.
Pada tahun ini dengan mengandalkan beberapa kios di sepanjang Jalan Lintas Sumatera, dirinya menyebut beberapa pekan sebelum hari raya Idul Adha sudah berhasil menjual sebanyak 10 ekor kambing dan 4 ekor sapi yang sebagian sudah dibayar dengan uang muka dan akan dilunasi mendekati hari raya. Bagi konsumen yang tidak pernah memiliki pengalaman memelihara ternak, ia menerapkan sistem titip sekaligus merawat ternak yang telah dibeli di kios sekaligus kandang dadakan yang dibuat hanya saat menjelang hari raya Idul Adha.
“Setelah konsumen membeli secara bertahap atau kontan mereka menitipkan ternak dan langsung kami tandai dengan kalung khusus sebagai tanda kepemilikan. Akan diambil saat pelaksanaan hari raya kurban,” ungkap Sobri, pedagang ternak yang merupakan warga Desa Sidomulyo Kecamatan Sidomulyo saat dijumpai Cendana News pada salah satu tempat penjualan ternak kambing dan sapi di Jalan Lintas Sumatera KM 60, Selasa (22/8/2017).
Harga jual ternak kambing dan sapi untuk kebutuhan kurban diakui Sobri menyesuaikan tingginya permintaan jelang hari raya kurban dengan harga bervariasi, di antaranya kambing jantan ukuran kecil dijual dengan harga antara Rp1,9 juta hingga Rp3,5 juta per ekor. Harga tersebut sudah cukup naik dibandingkan hari biasa dengan kenaikan mencapai Rp500 ribu hingga Rp1 juta per ekor. Kondisi fisik kambing yang lebih besar dan gagah bahkan dijual dengan harga bisa berkisar Rp4 juta hingga Rp5 juta per ekor. Ternak kambing yang sudah dibeli rata-rata merupakan permintaan perseorangan untuk pelaksanaan kurban dengan sebagian membeli lebih dari satu hewan kurban.
Khusus untuk ternak sapi dirinya mengaku, jenis sapi Limosin dan Simental yang dijual kini berkisar Rp20 juta hingga Rp25 juta, umur sekitar dua tahun. Sementara sapi jenis lokal dijual dari harga Rp10 juta hingga Rp18 juta dengan kenaikan harga dibanding hari normal berkisar Rp1 juta hingga Rp3 juta per ekor. Sebagian sapi yang sudah dipesan sengaja dibeli oleh instansi tertentu atau pejabat yang akan mengurbankan hewan tersebut untuk masyarakat di pedesaan sehingga sudah memesan dan menitipkan kepadanya jauh-jauh hari.
Selain dialami oleh penjual ternak untuk kebutuhan lokal, Agus, warga Desa Rejomulyo Kecamatan Palas yang sudah lima tahun terakhir bisnis jual beli ternak mengaku, sepekan sekali mengirim sebanyak 30 ekor kambing jantan ke pasar hewan di Serang Banten. Penjualan ternak antarpulau tersebut mulai meningkat, seiring dengan tingginya permintaan akan ternak kambing untuk kebutuhan hewan kurban. Meski dirinya mengaku, harus mengurus dokumen pelengkap berupa surat keterangan kesehatan hewan dan juga dokumen karantina di kantor Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni.
“Kami tetap mengikuti prosedur karantina untuk proses lalu lintas hewan ternak dan kesehatan ternak juga sudah dilakukan pengecekan oleh dokter hewan,” terang Agus.
Dibanding hari biasa, pengiriman ternak kambing hanya berkisar 10 ekor per minggu. Ia menyebut, menjelang hari raya Idul Kurban sebanyak 30 ekor ternak kambing sudah dikirim setiap pekan pada awal Agustus ini. Ternak tersebut selanjutnya akan dikirimkan ke penjual ternak di pasar hewan di wilayah Serang Banten untuk dijual kembali dengan harga jual berkisar Rp2 juta hingga Rp4 juta per ekor.
Peningkatan lalu lintas hewan ternak baik ayam, sapi, dan kambing juga diakui oleh Anton, salah satu petugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung Wilker Pelabuhan Bakauheni yang bertugas di pos Jalan Lintas Timur. Sebagian ternak yang dikirim merupakan milik perusahaan penggemukan sapi dan kambing serta sebagian milik perseorangan yang menjalankan bisnis jual beli ternak. Kenaikan sebesar 30 persen diakui Anton sudah terjadi sejak awal Agustus dibanding hari biasa dan akan terus meningkat jelang Idul Adha.
“Sebagian besar pengiriman ternak sudah melalui prosedur karantina, baik SKKH maupun dokumen pelengkap lain. Sampai pelaporan saat tiba di kantor untuk pengecekan serta membayar penerimaan negara bukan pajak sebelum menyeberang menggunakan kapal sudah dilakukan semua,” ungkap Anton.
