Maria Sembuh dari Kanker Berkat Daun Comfrey
MALANG — Sempat divonis mengidap penyakit kanker otak stadium empat dan juga kenker getah bening, Sri Marianingsih yang merupakan Ketua Posdaya Kemuning, kini justru bisa hidup lebih sehat, bahkan mampu meramu sendiri obat-obatan herbal untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit.
Ditemui di kediamannya, Perumahan Puri Cempaka Putih, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, perempuan yang akrab di sapa Ibu Maria tersebut mengisahkan, bahwa sebenarnya penyakit kankernya sudah diderita sejak masih remaja. Namun, karena pada saat itu Maria muda masih menjadi atlit lari, penyakitnya tersebut tidak dirasakan. Maria hanya berusaha memijatkan benjolan yang berada di bawah perutnya tersebut, agar segera hilang.
Maria baru mengetahui, bahwa penyakit yang di derita selama ini adalah kanker, setelah ia menikah dan kemudian mengandung. “Akhirnya, anak saya yang sebenarnya belum waktunya lahir, usia kandungan tujuh bulan sudah harus dikeluarkan dengan cara operasi. Karena ketika itu, ada dua kemungkinan, yakni menyelamatkan Ibunya atau anaknya. Tapi, ternyata dua-duanya selamat,” kisahnya.
Kemudian kankernya tersebut menjalar ke tulang rusuk belakang dan akhirnya menjalar juga ke atas sampai menjadi kanker otak stadium empat yang membuatnya sempat mengalami kebutaan. Tidak hanya itu, dari hidung dan telinga Mari juga sering mengeluarkan darah.
“Tapi, saya tidak patah semangat. Tetap berjuang untuk hidup, karena anak saya juga selamat,” akunya.
Pada awalnya, Maria terus berobat ke dokter untuk menyembuhkan penyakitnya hingga banyak menguras keuangan. Tapi, sayang, usahanya tersebut tidak kunjung membuahkan hasil. Hingga pada akhirnya Maria pergi ke Jakarta dan bertemu dengan Prof. Hembing Wijaya Kusuma, yang merupakan ahli dalam hal pengobatan tradisional menggunakan tanaman herbal.
“Di situ kemudian saya dikasih tiga lembar daun Comfrey oleh Prof Hembing. Yang dua lembar saya rebus dan saya minum. Yang satu lembarnya saya bawa pulang untuk dibuat contoh,” terangnya.
Lalu pada suatu ketika, Maria menemukan tanaman Confrey di belakang kampus Universitas Muhammadiyah Malang, yang kemudian dibudidayakannya sendiri.
Sejak rutin minum rebusan air daun Comfrey, Maria mulai sembuh hingga kemudian benar-benar sembuh dan penglihatan bisa terang kembali. Usai sembuh dari penyakit kanker otak, pada 2015 Maria kembali diberikan cobaan berupa penyakit kanker getah bening. Akibat penyakit tersebut, Maria kesulitan untuk menelan air.
Maria kembali mencoba mengobatinya dengan daun Confrey, namun kali ini tidak mempan. Maria kemudian mendapatkan rekomendasi untuk mengkonsumsi rebusan tanaman Okra untuk menyembuhkan penyakitnya tersebut.
“Kemudian saya gunakan tanaman Okra untuk dirajang (diiris-iris) dan direbus. Setiap hari saya konsumsi minuman tersebut. Selama enam bulan, akhirnya getah beningnya mengecil dan sembuh,” katanya.
Maria menjelaskan, cara penggunaan dua tanaman tersebut (Comfrey dan Okra) untuk menyembuhkan penyakit kanker adalah daun Comfrey dicuci bersih, kemudian dirajang dan direbus hingga mendidih. Setelah mendidih, kompor dimatikan dan ditutup. Tunggu hingga dingin kemudian disaring dan bisa langsung di minum. Cara yang sama juga diterapkan pada tanaman Okra.
“Cukup satu lembar daun comfrey yang digunakan. Untuk ukuran airnya bebas. Tapi, saat merebus jangan menggunakan panci berbahan alumunium, lebih baik memakai panci stainlees,” terangnya.
Maria menambahkan, daun comfrey bisa menyebabkan gatal bila langsung bersentuhan dengan kulit. Untuk itu, Maria menyarankan mengenakan sarung tangan ketika mengambil maupun mencuci, supaya tangan tidak gatal.
Berkaca dari pengalamannya tersebut, Maria hingga saat ini tidak lagi memakai obat-obatan kimia, tetapi justru memanfaatkan tanaman herbal untuk mengobati berbagai penyakit. Selain itu, Maria juga sering mengikuti lomba obat herbal, bahkan memciptakan obat-obatan dari berbagai macam tanaman herbal.
“Sejak saat itu sampai sekarang, saya sudah tidak pernah lagi konsumsi obat kimia, karena obat dengan dosis tinggi sudah tidak mempan, justru efeknya bisa ke mana-mana,” ungkapnya.
Menurutnya, bila merebus tanaman herbal untuk obat harus direbus satu per satu, tidak boleh direbus jadi satu atau dicampur, karena sangat tidak bagus kecuali empon-empon. Empon-empon juga tidak boleh terlalu lama direbus, karena dapat menghilangkan khasiatnya.
“Saya juga sudah tidak lagi makan makanan yang terkena micin, karena meski micin itu memang enak rasanya kalau dicampur masakan, tapi tidak baik untuk kesehatan. Kalau terpaksa harus makan makanan yang diberi micin seperti pada saat berada di undangan, biasanya setelah itu saya langsung minum air degan (kelapa muda),” ucapnya, seraya menambahkan, sakit itu biayanya mahal, dan ia telah merasakannya saat sakit kanker.
