Pemda Sikka Gelar Pawai Budaya Tingkat PAUD-SD
MAUMERE – Memperingati HUT ke-72 RI, Pemerintah Kabupaten Sikka menyelenggarakan karnaval yang diikuti oleh sekolah Kelompok Bermain, PAUD, TK, SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se Kota Muamere.
Dalam karnaval yang digelar Jumat (18/8/2017) ini, setiap peserta menampilkan barisan kelompok kebangsaan yang terdiri dari anak-anak yang berpakaian adat dari setiap daerah di Indonesia, serta kelompok profesi yang menampilkan aneka profesi yang tak lupa mengenakan pakaian sesuai profesi masing-masing.
Juga dalam karnaval ini, setiap peserta menampilkan barisan marching band dari setiap sekolah SD dan MI, yang dilengkapi dengan para pemain musik dan penarinya yang berbaju warna-warni. Juga ditampilkan rombongan penari Hegong, dengan diringi permainan musik dari alat musik Gong Waning, yang selalu ditabuh sepanjang rute perjalanan karnaval.
Peserta karnaval dilepas Sekda Sikka dr. Valens Sili Tupen, MKM., didampingi Dandim 1603 Sikka, Letkol Inf. Abdullah Jamali, SIP., dengan mengibarkan bendera start dari atas podium depan Kantor Bupati Sikka.
“Karnaval ini merupakan bagian dari perayaan ke-72 Kemerdekaan RI, yang kami harapkan bisa berjalan dengan baik, tertib dan aman, dan selain itu juga pawai tersebut adalah suatu media informasi bagi masyarakat Kabupaten Sikka, dengan apa yang telah dibangun dan dicapai oleh pemerintah daerah Kabupaten Sikka”, ungkap Dandim Sikka.
Ketua Panitia Karnal Pemda Sikka, Muhhamad Daeng Bakir, ditemui Cendana News saat pelaksanaan karnaval menjelaskan, peserta dari Kelompok bermain, PAUD dan TK ada sebanyak 49 sekolah sementara tingkat SD dan MI sebanyak 34 sekolah.
Daeng Bakir menambahkan, setiap kelompok diwajibkan untuk menampilkan kelompok pakaian adat dari Nusantara, agar memperkenalkan kekhasan budaya di negeri ini, baik kepada anak-anak sekolah maupun kepada masyarakat.
“Kamis sengaja meminta, agar ditampilkan juga tarian Hegong, agar anak-anak usia sekolah dasar sudah mulai diajari tentang seni budaya Sikka sejak usia dini,” ungkapnya.
Siti Hamzah, salah seorang guru TK yang ditemui Cendana News mengakui pihaknya telah memberitahukan kepada anak-anak murid dan orangtua dua minggu sebelum karnaval, agar mempersiapkan pakaian yang akan dikenakan saat karnaval. Sebab, banyak yang harus menjahit sendiri atau meminjam di salon kecantikan yang biasa menyewakan pakaian daerah.

“Sekolah kami berniat ikut terlibat, sebab selain untuk memperkenalkan sekolah kami, juga melatih anak-anak muda, agar bisa tampil di depan khalayak ramai dan ikut memeriahkan Kemerdekaan Negeri kita,” tuturnya.
Siti berharap, kegiatan ini selalu diadakan setia tahun, sebab bisa memberikan hiburan kepada masyarakat Kota Maumere, dan di tiap kecamatan juga wajib diadakan kegiatan serupa, agar perayaan kemerdekaan bisa lebih meriah.
Meski berjalan kaki sejauh sekitar 3 kilometer yang dimulai pukul 15.00 WITA, anak-anak sekolah usia dini dan sekolah dasar ini tetap semangat berjalan kaki hingga karnaval berakhir sekitar pukul 18.20 WITA.
Di sepanjang jalan yang dilewati, masyarakat terlihat berdiri di kedua sisi jalan secara bergerombol, menyaksikan peserta karnaval serta memberikan semangat kepada anak-anak PAUD yang terlihat lucu dan menggemaskan dalam balutan pakaian adat.
Ada juga terlihat anak-anak peserta karnaval menampilkan permainan musik dari barang-barang bekas dari botol minuman plastik, ember dan lainnya, seraya mengenakan pakaian dari karung plastik serta ada sebuah sekolah lain yang juga menampillkan pakaian daur ulang limbah.
Barisan paling depan diisi oleh mobil yang membawa lambang Negara Burung Garuda berukuran besar, disusul Logo Kabupaten Sikka serta barisan Pasukan Pengibar Bendera berjumlah 30 orang laki-laki, yang membawa bendera Merah Putih, lalu disusul barisan peserta karnaval.
Peserta start dan finish di depan Kantor Bupati Sikka. Tampak melepas dan menyambut peserta, Wakil Bupati Sikka, Drs. Paolus Nong Susar, Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga, SP., Dandim 1603 Sikka, Letkol Inf. Abdullah Jamali, SIP., serta Wakapolres Sikka, Kompol Muhhamad Saleh dan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Simon Subsidi, S.Sos.