Pangkep Berdaulat Pangan Bersama Pemimpin Milenial Muhammad Saleh Pattola

PANGKEP – Setelah genap 27 tahun mengabdikan hidup melalui Korps Marinir TNI AL, Muhammad Saleh Pattola, putra kelahiran Kampung Mattoangin, Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene pada 28 Juli 1974 itu, kini bertekad maju sebagai Balon Bupati Pangkep pada 2024 ini.

Sebagai prajurit laut yang telah lama ditempa oleh ombak dan gelombang, ia ingin kembali mengabdi untuk negeri tanah tumpah darahnya yang kaya akan pantai-pantai indah kepulauan dengan turut membangun Pangkep.

Di mana pun ia ditugaskan di berbagai daerah Indonesia di masa lalu, ia selalu terngiang peribahasa Bugis yang selalu meresap ke dalam sanubarinya, Pura babbara’ sompekku, Pura tangkisi’ golikku, Ulebbirenni tellennge’ nato’walie’ (Layarku sudah berkembang, kemudiku sudah terpasang, lebih baik tenggelam daripada kembali).

Menurut Saleh, ia selalu terngiang peribahasa bijak nan indah itu karena maknanya yang sangat dalam. Jika diartikan, kata Saleh, makna peribahasa tersebut memiliki arti khusus, karena menyalakan semangat yang mengandung makna kehati-hatian dan didasarkan atas acca (mendahulukan pertimbangan yang matang). Pelaut Bugis, sebagaimana Saleh yang juga sangat akrab dengan sungai dan laut, tak akan berlayar sebelum tiang, jangkar, serta tali-temali diperiksa cermat dan teliti.

Muhammad Saleh Pattola, bakal calon Bupati Pangkep 2024. Foto: Istimewa

 

Di samping itu, pelaut Bugis juga selalu memperhatikan waktu dan musim yang tepat untuk berlayar. Setelah segala sesuatunya meyakinkan, barulah berlayar.

Pada 2024 ini, Saleh yakin, segala keperluannya untuk mengarungi lautan pengabdian kepada seluruh masyarakat Pangkep, telah sangat siap.

Lihat juga...