IKTL  Didirikan Membantu Anak Muda Flotim ke Perguruan Tinggi

LARANTUKA — Banyaknya anak muda Flores Timur (Flotim) yang tidak sempat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi selepas menamatkan pendidikan SMA atau SMK membuat suster-suster CIJ lewat Yayasan Hendrikus Leiven mendirikan Institut Keguruan dan Teknologi Larantuka (IKTL).

IKTL didirikan berdasarkan ijin op[erasional dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi atau Dirjen Dikti Nomor 272/D/O/2013 tahun 2013 dan tahun 2016 perguruan tinggi ini sudah mendapatkan Akreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT).

Demikian disampaikan Vinsensius Lemba, Rektor IKTL saat berbincang dengan Cendana News Kamis (10/8/2017) siang di ruangannya di kampus IKTL yang terletak di dalam lingkungan sekolah dari jenjang SD hingga perguruan tinggi.

“Sekolah ini didirikan karena keprihatinan dan kepedulian terhadap anak-anak muda Flores Timur dimana banyak yang merantau setelah SMA dan juga menetap di kampung dan tidak melanjutkan kuliah,” ungkapnya.

Unggul dan Kompetitif

IKTL sebut Vinsensius,  terdiri atas Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dengan bidang studi pendidikan Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Bahasa dan Sastra Indonesia serta pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi

Juga ada Fakultas Teknologi yang terdiri atas dua bidang studi yakni Teknologi Hasil Perikanan dan Teknologi Informatika.  Para lulusan diharapkan  bisa menjadi guru dan teknokrat sesuai ilmu yang dipelajari namun bisa juga menjadi wirausaha serta profesi lainnya.

“Selama di lembaga ini kami menempa mereka supaya bisa mempersiapkan potensi yang ada dalam diri mereka untuk kelak bisa masuk dan bersaing dalam dunia kerja,” ungkapnya.

Mimpi terbesar IKTL jelas Vinsensius, yakni membuat IKTL menjadi salah satu perguruan tinggi yang unggul dan kompetitif di Provinsi NTT di mana pihaknya juga membantu pemda kabupaten Flores Timur dengan memberikan masukan lewat referensi-referensi untuk pembangunan.

Selain itu tambahnya, dalam bidang teknik informatika para mahasiswa diterjunkan membantu desa-desa guna mengembangkan kemampuan aparat desa di bidang informatika.

“Prestasi kami yang terbesar yakni menyelenggarakan seminar nasional pada Mei 2017 menghadrikan 12 profesor dari beberapa perguruan tinggi besar di Indonesia  membahas pendidikan karakter berbasis bahasa dan multi budaya,” terangnya.

Dosen-dosen di IKTL sambung Vinsensius, juga sedang  melakukan penelitian dan sedang berproses sesuai persyaratan yang diberikan Dirjen Dikti dan selain itu tuntutan Dikti agar setiap prodi harus ada 6 dosen tetap juga sudah dipenuhi IKTL.

Para dosen juga lanjjutnya, sedang dikirim mengambil pendidikan lanjut S2 dan S3 dan setiap tahun selalu ada dosen yang lulus sehingga bisa profesional dimana total dosen yang dimiliki sebanyak 47 orang dan ada juga beberapa dosen dari luar daerah atau dosen terbang.

“Kami kerja sama dengan 3 universitas yakni Warmadewa Bali, universitas Udayana Bali dan iniversitas Brawijaya Malang sehingga kadang kami juga mendapatkan bantuan dosen dari mereka,” tuturnya.

Vinsensius Lemba Rektor Institut Keguruan dan teknologi Larantuka (IKTL)/ Foto : Ebed de Rosary.

Harus Terus Maju

Yohanes Bera Suban siswa semester VIII yang ditemui Cendana News di kamous IKTL mengaku bersyukur bisa kuliah sebab orang tuanya hanya berpenghasilan pasa-pasan dan kampusnya pun dekat dengan rumah tinggalnya.

Yohanes juga senang dengan pelajaran matematika dan di IKTL juga ada jurusan pendidikan Matematika  sehingga dirinya memilih berkuliah disini dan berharap IKTL bisa terus maju dan berkembang serta menghasilkan lulusan yang bisa berguna bagi bangsa dan negara.

“Kita berjalan apa adanya sesuai kondisi dan kemampuan kita dan saya berharap ke depannya ada perubahan dimulai dari segi fasilitas dan kualitas dosennya juga harus ditingkatkan dan sampai saat ini sudah berjalan dengan baik,” harapnya.

Yohanes yang merupakan mahasiswa aangkatan ketiga ini hanya berkuliah bersama 12 mahasiswa lainnya di jurusan dan angkatan yang sama dan relative setiap jurusannya pun hanya ada belasan mahasiswa saja.

“IKTL pun baru akan melakukan wisuda perdana bulan Oktober 2017 terhadap 90 mahasiswa dan mahasiswinya dan ini membuktikan bahwa kampus ini pun sudah bisa menghasilkan lulusan yang siap bersaing,” pungkasnya.

Lihat juga...