Ekspor Indonesia Juli 2017 Meningkat 16,83 Persen

JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa perkembangan nilai ekspor Indonesia sepanjang Juli 2017 mencapai 13,62 miliar Dolar Amerika (USD) atau mengalami peningkatan sebesar 16,83 persen jika dibandingkan dengan ekspor Indonesia bulan sebelumnya atau Juni 2017.

Menurut penjelasan yang disampaikan secara langsung oleh Kepala BPS Pusat Suhariyanto, perkembangan nilai ekspor Indonesia sepanjang Juli 2017 juga mengalami peningkatan jika dibandingkan nilai ekspor Indonesia bulan yang sama tahun sebelumnya atau Juli 2016.

Sedangkan ekspor non migas Juli 2017 mencapai 12,44 miliar USD atau mengalami kenaikan sebesar 19,85 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya atau Juni 2017. Ekspor non migas Juli 2017 juga mengalami kenaikan sebesar 43,83 persen jika dibandingkan dengan ekspor non migas bulan Juli 2016.

Secara kumulatif nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Juli 2017 mencapai 93,59 miliar USD atau mengalami peningkatan sebesar 17,32 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun 2016. Sedangkan ekspor non migas mencapai 84,83 miliar USD atau mengalami peningkatan sebesar 17,37 persen.

“Meskipun ada Lebaran di akhir Juni 2017, namun hal tersebut rupanya tidak mempengaruhi kinerja ekspor Indonesia sepanjang Juli 2017. Nilai ekspor Indonesia Juli 2017 mencapai 13,62 miliar USD atau mengalami peningkatan sebesar 16,83 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” kata Kepala BPS Pusat Suhariyanto saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (15/8/2017).

Suhariyanto juga menambahkan bahwa peningkatan terbesar ekspor non migas Juli 2017 terjadi pada kelompok bahan bakar mineral sebesar 241, 6 juta USD atau 17,17 persen. Sedangkan penurunan ekspor terbesar terjadi pada aluminium yaitu sebesar 12,5 juta USD atau 24,66 persen.

Ekspor non migas hasil industri pengolahan sepanjang Januari hingga Juli 2017 mengalami kenaikan sebesar 13,82 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016. Sedangkan ekspor hasil pertanian juga mengalami kenaikan sebesar 29,61 persen, kemudian disusul ekspor hasil tambang lainnya naik 39,09 persen.

 

Lihat juga...