KUPANG — Kepala Dinas Perdagangan Nusa Tenggara Timur Simon Tokan mengatakan stok beras masih cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 5,03 total penduduk di daerah untuk enam bulan ke depan.
“Hasil koordinasi dengan Bulog Divre Kupang menyebutkan stok beras di gudang saat ini cukup untuk kebutuhan enam bulan ke depan, beras dari daerah lain akan masuk,” katanya di Kupang, Senin (7/8/2017).
Ia mengatakan hal itu terkait pemerintah telah berupaya membenahi krisis beras dengan cara antara lain mengekuarkan rincian jenis-jenis beras yang akan jadi pertimbangan dalam nenentukan menentukan harga eceran tertinggi (HET).
Hasil koordinasi dengan Bulog Divisi Regional Nusa Tenggara Timur menyatakan stok beras yang dikuasai saat ini mencapai 36,921 ton yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah provinsi berbasis kepulauan ini hingga enam bulan ke depan.
Stok beras kita masih sekitar 36,921 ton dari total 75,92 ton untuk memenuhi kebutuhan keluarga sejahtera (Rastra) dalam setahun, sehingga masyarakat tidak perlu panik jika terjadi gagal panen tahun ini akibat masih menguatnya El Nino.
Bahkan katanya Bulog Devisi Regional (Divre) Nusa Tenggara Timur mencatat serapan beras petani Januari-Juli 2017 sebanyak 900 ton atau 6 persen dari target selama 2017 sebanyak 13.950 ton.
Angka itu juga masih di bawah serapan beras petani NTT selama 2016 yang hanya mencapai 12 persen dari target 15.000 ton.
Kepala Bulog Divre NTT Efdal MS mengatakan rendahnya serapan beras disebabkan petani memilih menyimpan hasil panen mereka untuk kebutuhan makan.
“Sebagian besar petani menyimpan hasil panen mereka untuk kebutuhan sehari-hari. Lahan sawah yang digarap pun tidak terlalu banyak,” katanya.
Selain itu harga beras di sejumlah daerah beras kualitas medium sebesar Rp9.000 per kilogram (kg), lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp7.300 per kg.
Kondisi seperti itu menurut Efdal tidak menganggu penyerapan beras karena Bulog juga membeli beras dengan harga Rp7.500 per kg sampai Rp7.800 per kg untuk beras kualitas premium.
Menurut Dia serapan beras masih akan bertambah karena saat ini tiga sentra produksi beras di NTT yakni Kabupaten Rote Ndao, Manggarai, dan Manggarai Barat panen raya.
“Prediksi kita serapan beras akan mencapai target tahun ini, bahkan bisa lebih dari target,” ujarnya.
Kendati serapan beras masih rendah, Efdal minta warga tidak perlu khawatir karena pasokan beras dari daerah lain ke daerah ini lancar.
Selama ini, kekurangan beras di NTT dipasok dari sejumlah daerah yakni Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.
“Stok beras di gudang saat ini cukup untuk kebutuhan enam bulan ke depan, beras dari daerah lain akan masuk,” katanya.[Ant]